Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kondisi Pascabencana Sumatra Memprihatinkan, Warga: Pemerintah Pusat Jangan Tutup Mata

Januari Hutabarat
05/12/2025 10:21
Kondisi Pascabencana Sumatra Memprihatinkan, Warga: Pemerintah Pusat Jangan Tutup Mata
Tempukan kayu gelindingan terbawa banjir di kawasan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

MASYARAKAT Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendesak pemerintah pusat segera menetapkan banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah itu sebagai bencana nasional.

Desakan ini disampaikan karena skala kerusakan dan jumlah korban dinilai jauh lebih besar dibanding data awal yang beredar.

Jaren Sitompul, 60, warga Desa Naga Timbul, Kecamatan Pinang Sori, Jumat (5/12), menegaskan bahwa kondisi lapangan jauh lebih memprihatinkan dari apa yang terlihat di media.

Menurutnya, masih banyak desa terpencil yang belum tersentuh bantuan maupun perhatian pemerintah.

“Pemerintah pusat jangan tutup mata. Bencana ini bukan kehendak masyarakat. Izin pembalakan dan pertambangan itu dari pusat, dan sekarang alam sudah memberikan peringatan,” ujar Jaren.

Ia menyebut beberapa desa seperti Toga Basir dan Masundung di Kecamatan Pinang Sori, yang hingga kini masih mengalami kesulitan akses. Jaringan komunikasi terputus, sementara sejumlah warga dilaporkan hilang.

Di Desa Toga Basir, kata Jaren, masih ada korban jiwa yang belum ditemukan hingga hari ini. Minimnya alat berat, jauhnya lokasi, serta terputusnya jalur jalan membuat proses evakuasi berlangsung sangat lambat.

“Jangan hanya bicara rencana. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah tindakan nyata dan perhatian serius,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyatakan bahwa penentuan status bencana nasional sepenuhnya berada pada kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, menurutnya, tetap berupaya maksimal dengan segala keterbatasan.

"Kami bekerja semampu daerah. Anggaran terbatas, personel terbatas. Untuk status bencana, kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat,” ujarnya singkat.

Hingga kini, akses menuju sejumlah desa terdampak masih ditutup longsor. Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berupaya membuka jalur dan mencari korban. Masyarakat berharap penetapan status bencana nasional dapat mempercepat mobilisasi bantuan logistik, tenaga, dan alat berat ke wilayah terdampak. (JH/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik