Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengerahkan tim dokter spesialis anak dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk turun langsung ke lokasi bencana, berkolaborasi dengan BNPB, Dinas Kesehatan setempat, dan organisasi profesi lainnya membantu korban bencana baik anak maupun dewasa.
"IDAI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," kata Ketua PP IDAI Piprim Basarah Yanuarso, Selasa (2/12).
Dari laporan berbagai cabang IDAI, banyak ditemukan berbagai penyakit yang diderita anak korban bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Di Sumatra Utara yakni di Binjai, tim dari IDAI memeriksa 66 anak dengan kasus terbanyak ISPA (37), diare (18), infeksi kulit (tinea & dermatitis).
Kemudian, di Langkat, sebanyak 125 anak yang periksa menunjukkan kasus serupa didominasi ISPA (55) dan infeksi kulit (58). Selanjutnya di Medan Barat memeriksa 54 anak dengan mayoritas ISPA (43).
Di Sumatra Barat, IDAI melakukan skrining tumbuh kembang di Padang (47 anak, ditemukan 1 kasus speech delay), melayani pengobatan di Kota Padang dan Kota Pariaman.
Di Provinsi Aceh, tim IDAI mengirim Tim EMT (Emergency Medical Team) ke Pidie Jaya untuk memperkuat layanan RSUD setempat dan melakukan mobile clinic.
Memberikan layanan kesehatan di posko pengungsian, seperti di Mesjid Agung Bireuen.
Selain kebutuhan obat dan pelayanan kesehatan, IDAI dari ketiga cabang terseut mencoba membantu memenuhi kebutuhan dasar pengungsi seperti membagikan air bersih, makanan siap santap, sembako, pakaian, selimut, dan perlengkapan kebersihan (sabun, pembalut wanita).
Di Sumatra Barat juga dilakukan dukungan nutrisi balita yakni berkolaborasi dengan AIMI membuat dan mendistribusikan MPASI serta makanan balita ke berbagai posko di Padang.
Pengungsi juga membantu mengatasi trauma healing dengan melakukan kegiatan untuk anak-anak di pengungsian, seperti di Kecamatan Nanggalo, Padang.
"Pemulihan pendidikan juga dilakukan dengan menyiapkan tim psikologi anak untuk mendukung kelanjutan proses belajar," ujar dia.
IDAI mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu para korban, khususnya anak-anak, melalui donasi, bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah obat-obatan anak (ISPA, diare, salep kulit), susu formula, makanan bayi, pakaian anak, selimut, air bersih, dan perlengkapan kebersihan diri.
Kemudian masih dibutuhkan juga relawan tenaga kesehatan berupa dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang bersedia ditugaskan di daerah terdampak. (Z-1)
Perusahaan pertambangan didorong untuk mengadopsi standar internasional yang memiliki kriteria lebih ketat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, termasuk potensi bencana.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
PERAN dunia usaha dalam penanganan bencana semakin terlihat melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan kecepatan distribusi dan skala bantuan.
Pascabanjir Batang Toru, warga Desa Garoga berharap pemulihan lahan pertanian. Simak kisah haru para pengungsi yang menanti hari ceria di tengah lumpur.
SUNGGUH lama dan sangat perih penderitaan ribuan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved