Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberikan layanan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana banjir dengan mendirikan sejumlah dapur umum di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
Di Sumatra Barat, Baznas RI mendirikan layanan dapur umum di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang.
Di Sumatra Utara, dapur umum didirikan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sementara itu di Aceh, dapur umum di Desa Blang Awe, Kabupaten Pidie Jaya, serta di Desa Meusi, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan, pendirian dapur umum di tiga provinsi tersebut merupakan bagian dari respons cepat Baznas dalam memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi.
“Baznas RI segera mendirikan layanan dapur umum di beberapa titik pengungsian untuk memastikan para penyintas mendapatkan makanan yang layak setiap hari,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Selasa (2/12).
Saidah menambahkan, kondisi pengungsi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Banyak warga yang tidak dapat kembali ke rumah dalam waktu dekat sehingga keberadaan dapur umum menjadi sangat penting dalam masa tanggap darurat bencana.
“Kami terus melakukan pemantauan dan memastikan bahwa layanan dapur umum ini beroperasi optimal, mulai dari suplai bahan makanan hingga distribusi ke pengungsi,” ucap Saidah.
Saidah juga mengajak seluruh lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemulihan warga terdampak bencana.
Menurutnya, sinergi antarpihak sangat dibutuhkan agar layanan kemanusiaan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Ini saatnya kita bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit. Dukungan dari berbagai pihak akan mempercepat pemulihan mereka,” tambahnya.
Saidah memastikan dapur umum di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akan terus beroperasi selama masa darurat masih berlangsung serta layanan tambahan seperti kesehatan, logistik, dan pemulihan ekonomi dapat diberikan pada tahap berikutnya, sesuai kebutuhan para penyintas.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik, terutama bagi warga yang masih bertahan di tempat-tempat pengungsian akibat banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah tersebut,” pungkasnya. (Z-1)
CURAH hujan tinggi yang mengguyur Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, pada penghujung 2025 memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah yang merusak infrastruktur.
BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menyalurkan bantuan Rp1,2 miliar dan mendirikan dapur umum bagi korban banjir di Aceh Tamiang.
PGN bersama Pertamina Peduli memperkuat dukungan penanganan bencana di Sumatra dengan menyediakan pasokan logistik dapur umum serta membangun instalasi penyaringan air bersih.
PW ISNU Aceh bersama civitas akademika IAIN Langsa mendirikan Posko Tanggap Bencana dan Dapur Umum Darurat untuk mahasiswa serta masyarakat sekitar
Baznas melalui unit Baznas Tanggap Bencana (BTB) telah mendirikan dan mengoperasikan sejumlah dapur umum demi memastikan ribuan korban bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan.
Mensos Tegaskan Insiden di gudang Bulog Sibolga Bukan Penjarahan, Bantuan Terus Disalurkan via Udara
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
ISPA, diare, dan infeksi kulit menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pascabanjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved