Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Fintech Indonesia (Aftech), asosiasi payung industri fintech nasional sekaligus penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) yang ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali menegaskan komitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan digital ke berbagai daerah.
Melalui program edukasi Indonesia Fintech Youth Community (Infinity), Aftech menyambangi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai bagian dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 dan kampanye nasional #FintechAmanTepercaya, dengan fokus membekali generasi muda agar lebih cakap secara finansial dan digital di tengah maraknya ancaman scam, judi online, dan layanan pinjol ilegal.
Sekretaris Jenderal Aftech Firlie Ganinduto menjelaskan bahwa Infinity hadir sebagai tindak lanjut dari temuan Annual Members Survey (AMS) 2024–2025 yang menunjukkan bahwa adopsi fintech masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Untuk itu, diperlukan upaya memperluas jangkauan edukasi ke daerah-daerah yang memiliki potensi besar seperti Bangka Belitung.
“Generasi muda adalah penggerak utama ekonomi digital. Mereka perlu diberi pemahaman yang kuat tentang cara mengelola keuangan, mengenali risiko penipuan digital, serta memanfaatkan teknologi finansial secara aman dan bertanggung jawab. Program infinity dirancang untuk menjawab kebutuhan itu,” tegas Firlie.
Ia menambahkan bahwa Bangka Belitung dipilih karena memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Provinsi ini menempati peringkat kedua nasional dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, serta memiliki kekayaan budaya, kuliner, seni, dan kerajinan tangan yang dapat berkembang pesat melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Dengan potensi ekonomi digital yang luar biasa, Babel adalah wilayah strategis untuk memperluas pemahaman ekonomi digital. Kami ingin mendorong generasi mudanya agar mampu memanfaatkan potensi daerah melalui teknologi keuangan yang aman dan tepercaya,” kata Firlie.
Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy, mengungkapkan bahwa percepatan digitalisasi di Babel berjalan sangat kuat, tercermin dari lonjakan transaksi QRIS yang tumbuh 164,24% year-on-year pada triwulan III-2025.
“Hingga Oktober, volume transaksi telah mencapai 13.669.068 kali transaksi , didukung oleh capaian 225.041 pengguna QRIS. Tercatat 181.089 merchant telah terhubung dengan QRIS, didominasi oleh pelaku Usaha Mikro. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan pembayaran digital sudahmenjadi lifestyle masyarakat Bangka Belitung,” ungkap Rommy.
Namun, Rommy mengingatkan bahwa pesatnya akselerasi digital juga membawa risiko serius. Ancaman fintech ilegal, informasi menyesatkan, dan maraknya judi online masih menggerus ketahanan finansial masyarakat.
Karena itu, ia menilai program Infinity Goes to Campus hadir tepat waktu dan relevan bagi generasi muda, dengan misi membekali mahasiswa, pelajar, komunitas, dan UMKM akan pemahaman yang utuh tentang manfaat sekaligus risiko fintech, serta menekankan pentingnya hanya menggunakan layanan yang legal, terdaftar, dan diawasi BI maupun OJK.
“Melalui inisiasi dan kolaborasi ini, kami berkeyakinan penuh bahwa setiap peserta yang hadir hari ini akan menjadi frontliner akselerasi keuangan digital,” tegas Rommy.
Manajer Madya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andrias Masil, menegaskan bahwa inklusi keuangan kini menjadi salah satu indikator utama pembangunan nasional.
Pemerintah menargetkan indeks inklusi keuangan mencapai 91% pada 2025, 93% pada 2029, dan 98% pada 2045 sesuai arah pembangunan jangka panjang Indonesia.
“Artinya, kita ingin memastikan hanya sekitar tujuh persen masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan keuangan pada tahun ini. Namun akses saja tidak cukup jika tidak diiringi peningkatan literasi,” ujar Andrias.
Ia menekankan pentingnya peningkatan literasi agar masyarakat tidak hanya mengakses, tetapi juga memahami produk keuangan yang digunakan. Untuk itu, menurut Andrias, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang melek fintech.
“Regulator, perusahaan fintech, dan asosiasi wajib saling mendukung untuk mengkampanyekan kegiatan edukasi seperti yang sekarang sedang terlaksana,” ungkap Andrias.
Melalui program Infinity Goes to Campus di Bangka Belitung, Aftech bersama OJK, Bank Indonesia, dan pelaku industri fintech berharap dapat memperkuat kesiapan generasi muda dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan produktif. (Z-1)
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Kode Etik Terintegrasi ini disusun untuk mengharmonisasi dan mengkinikan pedoman etika di tengah dinamika regulasi dan percepatan teknologi
BFN Fest 2025 adalah momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekosistem fintech secara berkelanjutan.
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved