Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Percepat Penanganan Banjir Sumut, Prajurit TNI dan Alat Berat Dikerahkan

Apul Iskandar Sianturi
29/11/2025 13:02

GUNA mempercepat penanganan bencana banjir bandang Sumatra Utara (Sumut), TNI AD mengerahkan pasukan hingga dukungan logistik. Bantuan itu dikerahkan di sejumlah daerah, termasuk Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Inf. Donny Pramono menyampaikan Kodam I/Bukit Barisan selaku komando wilayah memimpin penyelenggaraan penanganan darurat, berkoordinasi dengan pemerintahan daerah, BPBD, dan seluruh instansi berwenang. 

 

"Kami mengerahkan personel dari berbagai satuan, termasuk unsur kesehatan, zeni, hingga perbekalan dan angkutan, untuk membantu evakuasi korban, pencarian korban hilang, penyediaan posko darurat dan dapur umum, serta pengamanan wilayah terdampak. Beberapa alat berat dan kendaraan pendukung juga dipersiapkan untuk membantu pembukaan akses jalan dan distribusi bantuan, sesuai dengan prosedur tanggap darurat," kata Kolonel Inf. Donny Pramono dalam keterangannya, Sabtu (29/12).

 

TNI AD bersama instansi lain, lanjut Kolonel Donny, juga menyiagakan tim kesehatan untuk membantu merawat korban, melakukan pertolongan pertama, serta mendukung kebutuhan medis bagi warga terdampak. Selain itu, anggota teritorial seperti Babinsa dikerahkan untuk memantau situasi, membantu evakuasi warga, serta memberikan imbauan agar masyarakat menjauhi lokasi rawan.

 

"Kami mohon seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi dari aparat dan pemerintah daerah. TNI AD berkomitmen untuk terus mendampingi proses tanggap darurat ini sampai kondisi kembali kondusif, serta terus membantu evakuasi, penyelamatan, dan pemulihan di wilayah terdampak," ujar Kolonel Donny.

 

Banjir bandang dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumut terjadi sejak 21 November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sebanyak 13 kabupaten/ kota terdampak dan sedikitnya 58 orang ditemukan meninggal dunia. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik