Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kapan Jadwal Rekrutmen TNI AD 2026 Dibuka? Berikut Syarat, Tahapan & Cara Daftarnya

 Gana Buana
06/1/2026 21:29
Kapan Jadwal Rekrutmen TNI AD 2026 Dibuka? Berikut  Syarat, Tahapan & Cara Daftarnya
Prajurit TNI mengikuti Apel Pengamanan malam Natal di Monas, Jakarta, Rabu (24/12)(MI/Ramdani)

BAGI ribuan pemuda Indonesia, mengenakan seragam loreng dan baret kebanggaan bukan sekadar cita-cita, melainkan panggilan jiwa. Tahun 2026 menjadi momen krusial bagi Anda yang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit penjaga kedaulatan negara.

Namun, persaingan untuk lolos seleksi TNI Angkatan Darat (AD) semakin ketat setiap tahunnya. Kesiapan fisik saja tidak cukup; Anda memerlukan strategi administrasi yang rapi dan pemahaman mendalam tentang jadwal serta tahapan seleksi terbaru.

Kabar baiknya, TNI AD terus melakukan penyesuaian regulasi untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa, termasuk pembaruan syarat fisik yang lebih inklusif. Artikel ini adalah panduan satu atap (one-stop guide) yang akan membahas detail jadwal pendaftaran, persyaratan terbaru, hingga tips lolos seleksi TNI AD 2026.

Jadwal Pendaftaran TNI AD 2026 (Estimasi & Terkonfirmasi)

Berdasarkan data terbaru dari Mabes TNI AD dan pola rekrutmen tahunan, berikut adalah linimasa seleksi untuk berbagai jenjang kepangkatan. Harap dicatat bahwa jadwal dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan panitia pusat.

Jalur Penerimaan Gelombang Jadwal Pendaftaran Online Status
Tamtama PK Gelombang I 23 Des 2025 - 29 Jan 2026 Sedang Dibuka
Tamtama PK Gelombang II September - Oktober 2026* Estimasi
Bintara PK (Caba) Reguler & Khusus Juli - Agustus 2026* Estimasi
Taruna Akmil Reguler April - Mei 2026* Estimasi
Perwira PK (Tenaga Kesehatan) Khusus Januari - Februari 2026 Sedang Dibuka

*Catatan: Jadwal estimasi merujuk pada pola tahun anggaran sebelumnya. Selalu cek validasi tanggal di situs resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id.

Syarat Pendaftaran TNI AD 2026

TNI AD menerapkan standar tinggi dalam menyeleksi calon prajurit. Berikut adalah persyaratan umum dan khusus yang wajib Anda penuhi. Perhatikan adanya pembaruan pada syarat tinggi badan yang menjadi peluang besar bagi banyak pendaftar.

1. Persyaratan Umum

  • Kewarganegaraan: Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Keyakinan: Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Loyalitas: Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  • Catatan Hukum: Tidak memiliki catatan kriminalitas (dibuktikan dengan SKCK) dan tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan.
  • Kesehatan: Sehat jasmani dan rohani, serta tidak berkacamata (khusus untuk jalur reguler tempur).

2. Syarat Fisik Terbaru (Update 2026)

Salah satu perubahan signifikan yang diterapkan sejak akhir tahun lalu adalah penyesuaian syarat tinggi badan untuk mengakomodasi rata-rata postur tubuh pemuda di berbagai daerah.

  • Tinggi Badan Pria: Minimal 158 cm - 160 cm (sebelumnya 163 cm, bergantung pada kebijakan zonasi tiap Kodam).
  • Tinggi Badan Wanita: Minimal 155 cm (untuk Korps Wanita Angkatan Darat/Kowad).
  • Berat Badan: Seimbang menurut ketentuan berlaku (BMI ideal).
  • Fisik Lain: Tidak bertato/bekas tato dan tidak bertindik/bekas tindik (kecuali karena ketentuan agama/adat).

3. Persyaratan Usia & Pendidikan

  • Tamtama: Min. 17 tahun 9 bulan, Maks. 22 tahun. Ijazah minimal SMP/Sederajat (tergantung gelombang) atau SMA/Sederajat.
  • Bintara: Min. 17 tahun 9 bulan, Maks. 22 tahun. Ijazah minimal SMA/MA/SMK.
  • Taruna Akmil: Min. 17 tahun 9 bulan, Maks. 22 tahun. Ijazah SMA/MA jurusan IPA/IPS (syarat nilai rata-rata berlaku).

Alur dan Tahapan Seleksi TNI AD

Proses seleksi menggunakan sistem gugur. Artinya, jika Anda gagal di satu tahap, Anda tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

  1. Pendaftaran Online: Mengisi data diri di website resmi.
  2. Validasi/Daftar Ulang: Datang ke Ajenrem/Ajendam setempat dengan membawa dokumen asli untuk verifikasi awal (tinggi badan, berat badan, kelengkapan berkas).
  3. Seleksi Tingkat Daerah (Panda):
    • Administrasi.
    • Kesehatan Tahap I (Luar).
    • Jasmani (Lari 12 menit, Pull Up, Sit Up, Push Up, Shuttle Run, Renang).
  4. Seleksi Tingkat Pusat (Panpus):
    • Kesehatan Tahap II (Dalam & Jiwa).
    • Psikologi.
    • Mental Ideologi (Litpers).
    • Pantukhir (Sidang Pemilihan Akhir).

People Also Ask (FAQ Rekrutmen TNI AD)

1. Apakah daftar TNI AD 2026 dipungut biaya?

TIDAK. Seluruh proses rekrutmen TNI AD 100% GRATIS. Jika ada oknum yang meminta bayaran dengan janji kelulusan, segera laporkan karena itu adalah penipuan.

2. Apakah lulusan SMK bisa daftar Taruna Akmil?

Umumnya, Taruna Akmil memprioritaskan lulusan SMA/MA jurusan IPA/IPS. Lulusan SMK lebih disarankan mendaftar jalur Bintara atau Tamtama, kecuali ada ketentuan khusus di tahun berjalan.

3. Gigi berlubang apakah bisa lolos TNI?

Kesehatan gigi sangat penting. Gigi berlubang harus ditambal rapi. Jika kerusakan parah atau ompong melebihi batas toleransi, bisa menggugurkan penilaian kesehatan.

4. Apakah mata minus bisa masuk TNI AD?

Untuk jalur prajurit tempur (Tamtama/Bintara/Akmil), calon peserta dilarang berkacamata (visus mata normal). Namun, untuk jalur Perwira Karier (Tenaga Ahli/Dokter), seringkali ada toleransi batas minus tertentu.

5. Berapa gaji Tamtama TNI AD saat pendidikan?

Selama pendidikan, siswa mendapat uang saku, makan, dan perlengkapan gratis. Setelah dilantik menjadi Prajurit Dua (Prada), gaji pokok mengikuti PP terbaru (sekitar Rp1,7 juta - Rp2,6 juta) belum termasuk tunjangan kinerja dan lauk pauk.

6. Apa itu sistem zonasi dalam rekrutmen TNI?

Sistem zonasi memprioritaskan putra daerah setempat untuk direkrut sesuai domisili KTP. Ini memberi peluang lebih besar bagi pemuda di daerah perbatasan atau pedalaman.

7. Kapan validasi dilakukan setelah daftar online?

Validasi biasanya dilakukan segera setelah Anda mencetak formulir pendaftaran online, sesuai tanggal yang tertera di formulir tersebut. Jangan menunda hingga hari terakhir.

8. Apakah buta warna parsial bisa daftar?

Tidak bisa. Calon prajurit TNI wajib tidak buta warna (baik total maupun parsial) karena tugas militer membutuhkan ketelitian visual tinggi.

9. Berapa kali maksimal boleh mendaftar TNI?

Tidak ada batasan resmi berapa kali Anda boleh mencoba, selama usia Anda masih memenuhi syarat (maksimal 22 tahun saat pembukaan pendidikan).

10. Dokumen apa saja yang paling sering salah saat validasi?

Kesalahan umum meliputi: nama di ijazah dan akte kelahiran tidak sinkron, legalisir ijazah kadaluarsa, atau KTP/KK belum update data terbaru.

Checklist Persiapan Calon Prajurit

Jangan menunggu pengumuman dibuka. Cicil persiapan Anda mulai hari ini dengan daftar periksa berikut:

  • [ ] General Check-Up (GCU): Lakukan pemeriksaan kesehatan mandiri (gigi, darah, rontgen, EKG) 6 bulan sebelum daftar.
  • [ ] Latihan Fisik Terukur: Targetkan lari 3200 meter dalam 12 menit dan pull-up minimal 10 kali.
  • [ ] Berkas Administrasi: Legalisir Ijazah SD-SMA, Akte, KK, KTP (siapkan rangkap 10).
  • [ ] Bersihkan Jejak Digital: Pastikan media sosial Anda bersih dari konten radikalisme atau SARA.
  • [ ] Belajar Psikotes: Latih logika aritmatika, menggambar (Baum/Wartegg), dan tes koran (Pauli/Kraepelin). (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya