Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Profesi sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih menjadi salah satu karier paling bergengsi dan diminati oleh generasi muda Indonesia. Khususnya, jalur rekrutmen TNI AD Bintara menawarkan keseimbangan ideal antara pengembangan karier militer, pendidikan lanjutan, dan jaminan masa depan yang stabil. Menghadapi Tahun Anggaran 2026, antusiasme pendaftar diprediksi akan tetap tinggi seiring dengan perbaikan kesejahteraan prajurit yang terus dilakukan pemerintah.
Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif bagi Anda yang berniat mengikuti seleksi rekrutmen TNI AD. Kami mengulas tuntas mulai dari estimasi jadwal, persyaratan fisik terbaru, tahapan materi seleksi, hingga tips persiapan fisik agar Anda memiliki peluang lebih besar untuk lolos.
Memahami siklus pendaftaran adalah kunci awal kesuksesan. Berbeda dengan jalur Tamtama yang terkadang dibuka dalam dua gelombang besar di awal dan akhir tahun, jalur Bintara PK (Prajurit Karier) biasanya memiliki siklus tahunan yang dimulai pada pertengahan tahun. Berikut adalah estimasi timeline yang perlu Anda catat:
| Tahapan Seleksi | Estimasi Waktu Pelaksanaan |
|---|---|
| Pendaftaran Online | Juli – Agustus 2026 |
| Validasi / Daftar Ulang | Juli – Agustus 2026 (Di Ajendam/Ajenrem setempat) |
| Pengecekan Awal (Administrasi & Kesehatan) | Agustus 2026 |
| Seleksi Tingkat Pusat | September 2026 |
| Pembukaan Pendidikan (Dikma) | Akhir September 2026 |
Catatan: Jadwal di atas mengacu pada pola rekrutmen reguler tahun-tahun sebelumnya. Untuk jalur khusus (seperti Bintara Keahlian Khusus IT, Kesehatan, atau Santri), jadwal bisa berbeda. Selalu pantau situs resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id.
Agar lolos validasi administrasi, calon peserta wajib memenuhi kriteria dasar yang ditetapkan Mabes TNI AD. Syarat ini terbagi menjadi persyaratan umum, fisik, dan administrasi akademik.
Isu mengenai tinggi badan sering menjadi pertanyaan utama dalam rekrutmen TNI AD. Berdasarkan kebijakan terbaru yang cenderung lebih inklusif namun tetap standar militer:
Proses rekrutmen TNI AD Bintara menggunakan sistem gugur. Artinya, peserta harus lulus di setiap tahapan untuk bisa melangkah ke tahap selanjutnya. Persiapkan diri Anda pada materi berikut:
Pemeriksaan kelengkapan dokumen asli seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, Ijazah SD hingga SMA, SKCK, dan BPJS Kesehatan. Pastikan data di semua dokumen sinkron (nama, tanggal lahir, nama orang tua).
Terbagi menjadi dua tahap. Tahap I meliputi pemeriksaan fisik luar (postur, gigi, mata, THT, kulit, varises). Tahap II meliputi pemeriksaan dalam (Rontgen paru, EKG jantung, tes urin, dan tes darah).
Fisik adalah modal utama prajurit. Materi tes meliputi:
Tes tertulis dan wawancara untuk mengukur kesetiaan terhadap negara, stabilitas emosi, kecerdasan (IQ), dan kepribadian.
Setelah lulus pendidikan selama kurang lebih 5 bulan, Anda akan dilantik dengan pangkat Sersan Dua (Serda). Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Belas Atas PP Nomor 28 Tahun 2001, terjadi kenaikan gaji pokok sebesar 8%.
Seorang Serda dengan masa kerja 0 tahun akan menerima:
Persaingan dalam rekrutmen TNI AD Bintara sangat ketat. Ribuan peserta memperebutkan kuota yang terbatas. Berikut strategi yang bisa Anda terapkan:
Ingat, seluruh proses rekrutmen TNI AD tidak dipungut biaya alias GRATIS. Hindari calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan persiapan yang matang. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved