Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

1 Warga Meninggal akibat Banjir di Aceh, Bangunan Pesantren Roboh ke Sungai Krueng Batee Iliek

Amiruddin Abdullah Reubee
27/11/2025 15:17
1 Warga Meninggal akibat Banjir di Aceh, Bangunan Pesantren Roboh ke Sungai Krueng Batee Iliek
Jalur Nasional Bereunuen, Kabupaten Pidie-Melaboh, Aceh Barat, tepatnya di Desa Gampong Baro, Tangse, Pidie, amblas.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

HUJAN terus-menerus dan arus banjir yang melanda berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh masih belum reda. Hingga Kamis (27/11) siang siraman air langit itu masih terus mengguyur seluruh wilayah provinsi ujung barat Sumatra yang diapit Selat Malaka dan Samudera Hindia itu. 

Tanpa dikehendaki fenomena alam tergolong jarang ini, mulai menelan korban jiwa manusia. Darmi, seorang ibu rumah tangga asal Gampong (Desa) Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, meninggal dunia setelah rumahnya dihantam banjir bandang. 

Korban menghembuskan nafas terakhir setelah dievakuasi dan sedang dalam perjalanan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mu yang Kute, milik Pemkab Bener Meriah di Redelong. 

Informasi yang diperoleh Media Indonesia, musibah itu berawal ketika arus banjir bandang menerjang kawasan Pusat Pasar Rakyat Wih Ni Delung, kawasan Desa Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, pada Rabu (26/11) sekitar pukul 04.00 dini hari. Korban terjebak dalam rumahnya sehingga tergulung arus deras. 

"Saat kejadian Ibu Darmi masih dalam rumah. Rumahnya hancur dihantam arus banjir," tutur Zifri, warga setempat. 

Ketika ditemukan kondisi korban sudah lemas dan tidak berdaya. Dalam perjalana ke rumah sakit nya sang ibu rumah tangga itu meninggal dunia sebelum sempat tertolong penanganan medis. 

Setelah jiwa korban tidak terselamatkan, warga langsung membawa pulang untuk proses fardhu kifayah. Di tengah cuaca masih diguyur hujan warga tetap berupaya proses pemakaman jenazah korban. 

Penelusuran Media Indonesia, hingga Kamis siang, 23 kabupaten/kota dalam kawasan Provinsi Aceh sudah 4-6 hari diguyur hujan terus-menerus. Sebagian di antaranya dilanda banjir sangat parah. 

Ketinggian air berkisar 1 meter hingga 4 meter. Lokasi paling parah antara lain adalah Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Aceh Singkil. 

Bangunan Pesantren Roboh ke Sungai

Di Kabupaten Bireuen, pada Rabu pagi, satu blok atau satu baris bilik (puluhan kamar) santri berkontruksi beton permanen rubuh ke sungai Krueng Batee Iliek, Kecamatan Samalanga. Bilik dua lantai itu merupakan tempat tinggal ratusan santri Dayah Najmul Hidayah, Desa Cot Meurak, Pimpinan Teungku Tarmizi Al-Yusufi. 

Karena air sungai ganas Batee Iliek terus menggerus mendekati bangunan sejak kemarin, semua santri yang tinggal di bangunan tersebut sudah lebih dulu berpindah menyelamatkan diri ke masjid dalam komplek pesantren. Hingga berita ini diturunkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mengerikan itu. 

"Ini musibah yang tiada diketahui dan tidak mampu kita deteksi sebelumnya. Mungkin ini sebuah ujian yang membutuhkan kesabaran hingga bermuara hikmah dari sang Maha Kuasa," tutur Muhammah Adli Abdullah, tokoh utama pendiri Pesantren Najmul Hidayah Al-Aziziyah, Cot Meurak, Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. (MR/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya