Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN terus-menerus dan arus banjir yang melanda berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh masih belum reda. Hingga Kamis (27/11) siang siraman air langit itu masih terus mengguyur seluruh wilayah provinsi ujung barat Sumatra yang diapit Selat Malaka dan Samudera Hindia itu.
Tanpa dikehendaki fenomena alam tergolong jarang ini, mulai menelan korban jiwa manusia. Darmi, seorang ibu rumah tangga asal Gampong (Desa) Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, meninggal dunia setelah rumahnya dihantam banjir bandang.
Korban menghembuskan nafas terakhir setelah dievakuasi dan sedang dalam perjalanan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mu yang Kute, milik Pemkab Bener Meriah di Redelong.
Informasi yang diperoleh Media Indonesia, musibah itu berawal ketika arus banjir bandang menerjang kawasan Pusat Pasar Rakyat Wih Ni Delung, kawasan Desa Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, pada Rabu (26/11) sekitar pukul 04.00 dini hari. Korban terjebak dalam rumahnya sehingga tergulung arus deras.
"Saat kejadian Ibu Darmi masih dalam rumah. Rumahnya hancur dihantam arus banjir," tutur Zifri, warga setempat.
Ketika ditemukan kondisi korban sudah lemas dan tidak berdaya. Dalam perjalana ke rumah sakit nya sang ibu rumah tangga itu meninggal dunia sebelum sempat tertolong penanganan medis.
Setelah jiwa korban tidak terselamatkan, warga langsung membawa pulang untuk proses fardhu kifayah. Di tengah cuaca masih diguyur hujan warga tetap berupaya proses pemakaman jenazah korban.
Penelusuran Media Indonesia, hingga Kamis siang, 23 kabupaten/kota dalam kawasan Provinsi Aceh sudah 4-6 hari diguyur hujan terus-menerus. Sebagian di antaranya dilanda banjir sangat parah.
Ketinggian air berkisar 1 meter hingga 4 meter. Lokasi paling parah antara lain adalah Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Aceh Singkil.
Di Kabupaten Bireuen, pada Rabu pagi, satu blok atau satu baris bilik (puluhan kamar) santri berkontruksi beton permanen rubuh ke sungai Krueng Batee Iliek, Kecamatan Samalanga. Bilik dua lantai itu merupakan tempat tinggal ratusan santri Dayah Najmul Hidayah, Desa Cot Meurak, Pimpinan Teungku Tarmizi Al-Yusufi.
Karena air sungai ganas Batee Iliek terus menggerus mendekati bangunan sejak kemarin, semua santri yang tinggal di bangunan tersebut sudah lebih dulu berpindah menyelamatkan diri ke masjid dalam komplek pesantren. Hingga berita ini diturunkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mengerikan itu.
"Ini musibah yang tiada diketahui dan tidak mampu kita deteksi sebelumnya. Mungkin ini sebuah ujian yang membutuhkan kesabaran hingga bermuara hikmah dari sang Maha Kuasa," tutur Muhammah Adli Abdullah, tokoh utama pendiri Pesantren Najmul Hidayah Al-Aziziyah, Cot Meurak, Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. (MR/E-4)
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Puluhan mahasiswa dari Universitas Almuslim turun langsung membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir Aceh
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
Kegiatan sosial untuk membantu korban banjir di Aceh digelar dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan.
JICT menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp300 juta untuk membantu penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh serta Sumatra Utara.
HARAPAN petani di Provinsi Aceh untuk meraup untung besar pada musim panen rendengan (panen utama) tahun 2026 harus terkubur dalam.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan sosial untuk membantu korban banjir di Aceh digelar dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyambut malam Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak bencana di Aceh.
WARGA korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Taming, Aceh, hingga kini masih mengalami krisis pangan, air bersih, hingga listrik.
"SAYA bersyukur situasi sudah mulai membaik. Walaupun kita masih prihatin, kita terus bekerja keras agar pemulihan bisa segera tercapai.”
BANJIR yang meluluhlantakkan Aceh dan Sumatra. Penderitaan para korban masih saja terus berlangsung dan bahkan bertambah lagi bermunculan persoalan baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved