Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Taming, Aceh, hingga kini masih mengalami krisis pangan, air bersih, hingga listrik. Juru Bicara Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengakui hingga saat ini bantuan untuk korban banjir jauh dari kata cukup.
Penyebabnya antara lain adalah pasokan barang bantuan mengandalkan tenaga helikopter untuk proses pengangkutannya. Di sisi lain, jumlah helikopter sangat minim.
Sementara itu, baik dari segi kapasitas maupun intensitas pun helikopter tak mampu mengangkut dalam jumlah besar. Murthalamuddin mencontohkan, dalam satu kali pengangkutan bantuan, helikopter hanya bisa mengangkut barang sebanyak 300 kg. Selain itu, satu helikopter hanya mampu beroperasi sebanyak 15 sampai 16 rit mengantar bantuan.
Kapasitas yang terbatas dan jumlah helikopter yang minim itu membuat belum seluruh daerah tersentuh bantuan dengan optimal. Padahal, jumlah luas wilayah yang terdampak banjir bandang sangat luar biasa.
"Dropping dengan udara jelas belum mencukupi. Dengan intensitas terbang sangat rendah seperti itu, daya angkut cuma 300 kg, bagaimana mungkin bisa mencukupi dengan kecakupan wilayah sangat luas," tutur Murthalamuddin kepada Media Indonesia, Kamis (18/12).
Hingga saat ini, masyarakat Aceh pun sangat bergantung pada keberadaan relawan dari berbagai organisasi dan daerah dari seluruh Tanah Air.
Dikatakan Murthalamuddin, sekarang relawan adalah tenaga yang diandalkan untuk membantu dan mengangkut barang. Baik dari batuan donatur atau logistik pemerintah.
Tanpa kerja keras relawan utuk menyalurkan bantuan pemerintah dan sumbangan pihak lain, itu akan lebih parah lagi di lokasi. Karena personel dari pemerintah masih sangat sedikit. (MR/E-4)
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyambut malam Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak bencana di Aceh.
"SAYA bersyukur situasi sudah mulai membaik. Walaupun kita masih prihatin, kita terus bekerja keras agar pemulihan bisa segera tercapai.”
BANJIR yang meluluhlantakkan Aceh dan Sumatra. Penderitaan para korban masih saja terus berlangsung dan bahkan bertambah lagi bermunculan persoalan baru.
Basarnas hingga Sabtu (6/12), pihaknya telah mengevakuasi 1.468 korban bencana banjir di Aceh. Sebanyak 1.294 orang selamat, 174 orang meninggal dunia, dan 18 masih hilang.
Bencana ini memicu respons cepat dari pemerintah kota, organisasi kemanusiaan, hingga sejumlah perusahaan swasta yang berpartisipasi dalam bantuan darurat.
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved