Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Minimnya Helikopter Jadi Penyebab Warga Aceh Tamiang Alami Krisis Pascabanjir

Amiruddin Abdullah Reubee
19/12/2025 12:15
Minimnya Helikopter Jadi Penyebab Warga Aceh Tamiang Alami Krisis Pascabanjir
Warga memasangkan bendera putih di depan rumahnya yang rusak pascabencana hidrometeorologi di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (17/12/2025).(Antara)

WARGA korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Taming, Aceh, hingga kini masih mengalami krisis pangan, air bersih, hingga listrik. Juru Bicara Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengakui hingga saat ini bantuan untuk korban banjir jauh dari kata cukup.

Penyebabnya antara lain adalah pasokan barang bantuan mengandalkan tenaga helikopter untuk proses pengangkutannya. Di sisi lain, jumlah helikopter sangat minim.

Sementara itu, baik dari segi kapasitas maupun intensitas pun helikopter tak mampu mengangkut dalam jumlah besar. Murthalamuddin mencontohkan, dalam satu kali pengangkutan bantuan, helikopter hanya bisa mengangkut barang sebanyak 300 kg. Selain itu, satu helikopter hanya mampu beroperasi sebanyak 15 sampai 16 rit mengantar bantuan.

Kapasitas yang terbatas dan jumlah helikopter yang minim itu membuat belum seluruh daerah tersentuh bantuan dengan optimal. Padahal, jumlah luas wilayah yang terdampak banjir bandang sangat luar biasa.

"Dropping dengan udara jelas belum mencukupi. Dengan intensitas terbang sangat rendah seperti itu, daya angkut cuma 300 kg, bagaimana mungkin bisa mencukupi dengan kecakupan  wilayah sangat luas," tutur Murthalamuddin kepada Media Indonesia, Kamis (18/12).

Hingga saat ini, masyarakat Aceh pun sangat bergantung pada keberadaan relawan dari berbagai organisasi dan daerah dari seluruh Tanah Air.

Dikatakan Murthalamuddin, sekarang relawan adalah tenaga yang diandalkan untuk membantu dan mengangkut barang. Baik dari batuan donatur atau logistik pemerintah. 

Tanpa kerja keras relawan utuk menyalurkan bantuan pemerintah dan sumbangan pihak lain, itu akan lebih parah lagi di lokasi. Karena personel dari pemerintah masih sangat sedikit. (MR/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya