Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Banjir Sumatra Barat, Akses Jalan Padang-Bukittinggi Terputus

Andhika Prasetyo
27/11/2025 08:39
Banjir Sumatra Barat, Akses Jalan Padang-Bukittinggi Terputus
Banjir di Sumatra Barat(Antara)

Banjir Sumatra Barat membuat arus lalu lintas di jalur utama Kota Padang-Kota Bukittinggi terputus. Banjir terjadi karena Sungai Batang Anai meluap di kawasan Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

“Belum bisa dilewati. Saya dan kendaraan lain sudah terhenti sejak pukul 07.00 WIB,” ujar Doni, sopir truk, di Padang Pariaman, Kamis.

Ketinggian air di sekitar lokasi diperkirakan mencapai 40-50 sentimeter. Sejumlah pengendara motor yang tetap mencoba menerobos justru mengalami mogok dan harus menuntun kendaraan ke tempat yang lebih aman.

Doni mengatakan dirinya hendak mengirim 500 tabung elpiji subsidi tiga kilogram ke Biaro, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Namun, banjir menutup akses jalan sehingga perjalanan tidak dapat dilanjutkan karena dinilai berbahaya.

Situasi serupa dialami Fandi, warga Padang yang berniat menuju Malalak, Kabupaten Agam, untuk meliput banjir bandang pada Rabu (26/11). Luapan air di Pasar Usang memaksa perjalanan dihentikan.

“Tidak bisa dilewati. Kalau dipaksa sangat berisiko,” kata dia.

Di titik banjir, warga setempat bersama aparat kepolisian berjaga dan mengarahkan pengendara untuk berputar balik menuju Padang karena kondisi jalur belum memungkinkan dilalui.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di Sumbar yang diperkirakan berlangsung hingga 29 November 2025. Kepala stasiun, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan bibit siklon tropis 95B yang terdeteksi sejak 21 November di Selat Malaka bagian timur perairan Aceh.

Kondisi itu memunculkan pertemuan massa udara di Sumbar serta Indeks Dipole Samudra Hindia (IOD) negatif, yang meningkatkan suplai uap air dan kelembapan sehingga atmosfer menjadi lebih labil dan rawan hujan intensitas tinggi. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik