Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
HARIMAU Sumatra liar berkeliaran di areal kebun sawit Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sekitar empat hari terakhir. Untuk menghindari konflik, warga sekitar diharapkan tidak memasuki lokasi yang dianggap berbahaya itu.
Sesuai informasi diperoleh Media Indonesia, Senin (24/11) menyebutkan, si raja hutan yang termasuk hewan langka dilindungi undang-undang itu sering keluar masuk hutan dan berkeliaran di areal kebun sawit. Itu diketahui setelah petani dan warga beberapa kali berpapasan dengan harimau tersebut di kawasan setempat.
"Harimau itu sudah kami pantau terisolir di dekat perkebunan," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Wisnu Ujang Barata.
Karena itu pihaknya mengimbau warga sekitar tidak mendekati atau jangan beraktivitas di lokasi itu. Dikhawatirkan nanti bisa mengundang konflik dengan hewan buas berkuku dan bergigi panjang tersebut.
Untuk mencegah konflik dan menghindari korban, tim BKSDA telah turun ke lokasi guna memasang sangkat atau kandang perangkap (box trapped). Setelah tertangkap nanti harimau akan dipindahkan ke kawasan hutan yang lebih aman dan jauh dari aktivitas manusia.
Catatan Media Indonesia, konflik antara harimau Sumatra liar dan manusia sering terjadi di Provinsi Aceh. Bahkan sampai terjadi korban jiwa.
Beberapa kawan yang terjadi konflik setelah harimau kepergok manusia itu diantaranya adalah di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kabupaten Aceh Tenggara. Itu sebabnya sering menelan korban manusia.
Selain itu juga diraja hutan bertenaga kuat, berkumis panjang dan berkulit belang itu sering terjerat jaring perangkap liar. Itu dilakukan oleh kelompok liar pemburu hewan dilindungi.
Para pelaku tidak bertanggung jawab itu ada yang memburu harimau, gajah, trenggiling, beruang madu dan berung rangkong. Hasil beruang mereka dikomersilkan ke pasar gelap dalam negeri hingga luar negeri. (MR/E-4)
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved