Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Banyak Terjadi Tanah Longsor di Daerah, KPH Pekalongan Barat Gelar Sosialisasi

Supardji Rasban
22/11/2025 06:21
Banyak Terjadi Tanah Longsor di Daerah, KPH Pekalongan Barat Gelar Sosialisasi
Ilustrasi(Dok Ist)

MENGANTISIPASI potensi bencana alam di musim penghujan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat, Jawa Tengah (Jateng), yang wilayahnya meliputi Kabupaten Brebes, menggelar sosialisasi dan imbauan pencegahan tanah longsor, yang saat ini terjadi di sejumlah daerah.

Sosialisasi digelar di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Salem, Kabupaten Brebes bagian selatan, pada Jumat (21/11/2025).

Kegiatan tersebut merupakan langkah nyata Perhutani dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melestarikan kawasan hutan yang memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan.

Administratur / Kepala KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, melalui Asper / Kepala BKPH Salem, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Perhutani terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, terutama di daerah rawan bencana termasuk yang melewati jalan sekitar hutan.

“Kami jajaran BKPH Salem dengan menggandeng relawan turun langsung memberikan sosialisasi agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana seperti pohon tumbang dan longsor, serta senantiasa menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Naufal.

Naufal menambahkan, Perhutani juga secara berkelanjutan melakukan upaya pencegahan kerusakan hutan melalui program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, serta melarang keras penggarapan liar yang dapat mempercepat kerusakan lahan.

Sementara itu, Ketua Relawan Bangbara Salem, Wartono menuturkan bahwa pihaknya mendukung dan sangat senang atas koordinasi dan sinergi kebersamaan yang sudah berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

“Kami menyambut dengan antusias dengan adanya kegiatan seperti ini bahwa kegiatan sosialisasi dan himbauan ini perlu dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan mereka sendiri. Sekarang banyak warga yang mulai sadar bahwa kelestarian hutan membawa manfaat nyata bagi lingkungan,” ujar Wartono.

Seperti diketahui, bencana tanah longsor belum lama ini terjadi di sejumlah daerah, dengan memakan korban jiwa serta kerusakan rumah warga termasuk fasilitas umum. Bencana tanah lonsor terjadi seperti di Kabupaten Brebes, Cilacap dan Purbalingga. 

Di Kabupaten Brebes, bencana tanah longsor mengakibatkan tiga orang meniggal dunia. Jumlah seluruh korban jiwa akibat tanah longsor di Cilacap dan Purbalingga adalah 20 orang meninggal dunia, berdasarkan data terkini yang tersedia dari bencana yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. 

Hingga hari ketujuh pencarian (pada tanggal 19 November 2025), tim SAR gabungan telah menemukan 20 jenazah korban longsor di lokasi tersebut. Sementara itu, tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya