Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Badan Geologi: Gerakan Tanah di Banjarnegara Berpotensi Terjadi Longsor Susulan

Sugeng Sumariyadi
19/11/2025 15:51
Badan Geologi: Gerakan Tanah di Banjarnegara Berpotensi Terjadi Longsor Susulan
Sejumlah anggota tim SAR gabungan berjalan menuju titik evakuasi bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025).(Antara)

BENCANA gerakan tanah di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terjadi di zona gerakan tanah menengah. 

"Wilayah ini dapat mengalami kejadian gerakan tanah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing pemotongan jalan, dan pada lereng yang mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali dipicu oleh curah hujan tinggi dan getaran," ungkap Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, di Bandung, Rabu (19/11).

Bencana di lokasi itu terjadi pada Senin (17/11). Korban terdampak mencapai 39 jiwa, 2 meninggal, 10 luka dan 27 orang dalam pencarian. Kejadian itu menyebabkan 823 jiwa harus mengungsi. 

Wafid menambahkan pemicu kejadian longsor ini diduga karena lereng curam dengan beda tinggi signifikan. Selain itu, material vulkanik yang menumpang di atas batulempung-napal Formasi Halang yang merupakan bidang gelincir gerakan tanah yang sering terjadi di Kabupaten Banjarnegara.

"Di lokasi itu, terbentuk dari tanah pelapukan yang gembur, mudah runtuh, dan jenuh air. Curah hujan tinggi dan berdurasi lama telah meningkatkan tekanan pori," jelasya.

Kondisi lain ialah kemungkinan adanya rembesan atau aliran bawah permukaan. Yang lainnya karena pemotongan lereng untuk permukiman atau akses jalan.

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar terdampak bencana agar segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman, karena masih berpotensi longsoran susulan. Warga jug harus lebih waspada, khususnya yang berada dekat lereng yang curam, terutama saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama. 

"Daerah tersebut masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan. Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca. Jangan dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas," tambah Wafid. (SG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya