Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Upaya penanganan bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa/Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah terus diperkuat. Personel pencarian 18 orang korban yang masih hilang ditambah 200 orang lagi dari jumlah semula 500 orang, sehingga jumlah personel kini ada 700 orang.
Komandan Kodim 0704/Banjarnegara sekaligus Dansatgas Penanganan Bencana Longsor, Letkol CZI Teguh Prasetyanto, menyebutkan, jumlah personel yang dikerahkan di lokasi pencarian korban longsor hari ini, Sabtu (22/11) kembali ditambah menjadi 700 orang.
"Penambahan kekuatan ini dilakukan untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang,"katanya dalam keterangan kepada wartawan.
Sejak hari pertama, Satgas menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti kinen dan alkon untuk membantu proses pencarian dan pembersihan material longsoran. Hari sebelumnya enam alat berat telah bekerja di lokasi, dan hari ini direncanakan penambahan lima unit lagi untuk memperluas jangkauan pencarian.
Situasi di lapangan saat ini, katanya, masih sangat dinamis. Tanah yang labil dan cuaca yang tidak menentu membuat proses evakuasi dilakukan dengan penuh kewaspadaan.
"Seluruh tim wajib mengikuti arahan dari petugas geologi dan assessment untuk memastikan keamanan selama berada di area rawan,"ujarnya.
Letkol Teguh menegaskan bahwa semua unsur Satgas akan terus bekerja maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Proses pencarian korban tetap mengutamakan keselamatan personel.
"Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun percepatan pencarian juga harus dilakukan karena setiap detik sangat berarti,"katanya.
Sejauh ini upaya penanganan bencana di Situkung masih berlangsung intensif. Ia berharap seluruh proses pencarian, evakuasi, dan pemulihan dapat segera dituntaskan demi masyarakat terdampak.
Sementara itu, data terbaru di BPBD setempat menunjukkan saat ini sudah ada 934 warga yang terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian setelah rumah mereka rusak atau berada pada zona potensi longsor susulan. Lima warga masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas, beberapa dengan luka cukup serius.
Dalam pencarian yang berlangsung sejak awal kejadian, sembilan warga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, serta dua body part yang belum teridentifikasi. Hingga hari ini, 18 orang masih dinyatakan hilang, dan proses pencarian terus dilanjutkan dengan dukungan penuh dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan. (Z-10)
Badan Amil Zakat Nasional melalui program Bank Makanan telah mendistribusikan 6.000 porsi Sajian Berkah Bergizi untuk para penyintas bencana tanah longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.
OPERASI pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan pada hari ke-10, Selasa (25/11).
Sebanyak 18 korban tanah longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masih belum ditemukan hingga Sabtu
TIM SAR pada Rabu (19/11) menemukan satu orang lagi korban tertimbun material tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah
BENCANA gerakan tanah di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terjadi di zona gerakan tanah menengah.
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
HUJAN deras dengan intensitas tinggi yang terjadi di beberapa daerah menyebabkan sebuah tebing setinggi 100 meter longsor menutup jalur pendakian sepanjang 100 meter.
Peristiwa longsor tersebut menyebabkan kirmir atau turap pembatas jalan roboh dan memicu penggerusan tanah.
Peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di wilayah dengan kondisi geografis rawan.
Korban selamat atas nama Ahmid, 71 dan Dian, 41, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Padajajaran
Saksi mata menyatakan, sebanyak delapan orang menjadi korban longsor pembangunan lapangan futsal di Desa Cisempur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved