Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jatim Mendapat Kuota Tambahan untuk Haji Sebanyak 7.000 Jemaah 

Faishol Taselan
17/11/2025 17:54
Jatim Mendapat Kuota Tambahan untuk Haji Sebanyak 7.000 Jemaah 
Menteri Haji dan Umroh RI M. Irfan Yusuf dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.(Dok. Pemprov Jatim)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan Jawa Timur mendapat tambahan kuota haji 2026 sebanyak 7.000 jemaah. Kepastian itu disampaikan. Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu malam. 

Menurutnya, maksud kunjungannya ke Jatim yakni menyampaikan progres pelaksanaan Haji tahun 2026 dimana Jatim mendapat kuota sebesar 7.000 jemaah. "Alhamdulillah Jatim mendapatkan tambahan kuota haji," jelasnya. 

Tidak hanya mendapat tambahan kuota dalam pertemuan itu disampaikan bahwa melalui Dirjen Pengembangan Ekonomi Ekosistem Haji dan Umrah berharap Pemprov Jatim bisa memasok makanan untuk jemaah haji selama pelaksanaan ibadah Haji mendatang. 

Kemenhaj pada musim Haji nanti ingin melibatkan peran UMKM dalam pelaksanaan haji dengan menjual produk produk yang bisa dibawa ke Tanah Suci sebagai oleh oleh. 

Pertemuan dengan Gubernur Khofifah juga dimanfaatkan untuk mencoba makanan RTE dalam bentuk kemasan siap saji. Bahkan, sempat mencicipi berbagai produk RTE yang diproduksi di Pandaan Pasuruan. 

"Rasanya cocok dengan lidah Indonesia tinggal kedepan kita memikirkan teknis masuk dalam pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh," terangnya. 

"Item item seperti makanan siap saji dan siap makan inilah yang dibutuhkan jemaah haji sehingga tetap memiliki ciri khas masakan Indonesia. Salah satu Ready to Eat yakni Nasi Goreng, Nasi Kare ayam, Nasi Gulai Ayam sampai Nasi Rendang," ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah  dan Menteri Haji dan Umrah RI  mendiskusikan peluang  Jatim untuk menyuplai kebutuhan permakanan untuk jemaah haji dan umrah di Arab Saudi. 

"Kami siap menyuplai produk makanan siap saji atau Ready To Eat (RTE) sehingga bisa dikonsumsi jemaah haji dan umroh dari Indonesia selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci," ujarnya. 

Produk makanan Ready To Eat, lanjut Gubernur Khofifah telah banyak digunakan di Jatim yang di packaging dalam bentuk kemasan yang terjamin dan bersertifikasi halal yang biasa disiapkan saat terjadi bencana alam. 

Tak hanya menawarkan, dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah juga turut menyajikan sejumlah contoh produk makanan siap saji  beragam menu.

"Makanan dalam Ready To Eat (siap saji atau siap makan )  biasanya kami berikan dalam bentuk kaleng yang bisa segera di makan oleh para penyintas saat terjadi bencana alam," terangnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik