Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang melaporkan kemunculan Bibit Siklon Tropis 97S yang terbentuk di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (14/11).
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek mengatakan, sistem ini merupakan perkembangan dari sirkulasi siklonik yang sudah terpantau sejak beberapa hari terakhir di selatan Bali dan NTB.
"Beberapa hari terakhir BMKG memantau adanya sirkulasi siklonik di selatan Bali dan NTB. Hari ini sistem tersebut telah meningkat menjadi Bibit Siklon Tropis 97S,” kata Sti Nenot’ek kepada Media Indonesia di Kupang, Jumat (14/11).
Menurut analisis TCWC Jakarta, bibit siklon tersebut memiliki pusat sirkulasi di 10.9°LS dan 117.0°BT, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam dan tekanan minimum 1009 hPa.
Peluangnya berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan masih berada pada kategori rendah, dengan pergerakan ke arah timur, menjauhi Nusa Tenggara Timur.
Meskipun tidak berpotensi menjadi siklon kuat dalam waktu dekat, Sti Nenot’ek menegaskan Bibit Siklon Tropis 97S tetap memberi dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem di wilayah NTT dalam 24 jam ke depan.
“Dampak tidak langsungnya berupa hujan sedang hingga sangat lebat, petir, angin kencang, serta gelombang tinggi di beberapa wilayah NTT,” ujarnya.
BMKG mencatat potensi gelombang laut mencapai 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia selatan NTT, sementara gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Jawa Timur hingga Bali, selatan NTB, serta Selat Bali dan Selat Sumba bagian barat.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, terutama di NTT yang pernah terdampak Siklon Tropis Seroja pada 2021, Sti Nenot’ek menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak sebanding dengan kejadian tersebut.
"Tidak perlu panik. Sistem ini tidak seintens Siklon Tropis Seroja. Dampaknya jauh lebih kecil dan posisinya juga berada cukup jauh dari Pulau Rote dan Timor,” tegasnya.
BMKG memprediksi 97S akan terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. (PO/E-4)
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat menurunkan daya tahan tubuh secara drastis.
Menurut analisis dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, kondisi cuaca yang memicu banjir tersebut merupakan dampak Siklon Tropis Senyar.
Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat bekerja maksimal dalam menghadapi kemungkinan genangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved