Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Warga NTT Diminta Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang Tiga Hari ke Depan

Palce Amalo
09/11/2025 15:34
Warga NTT Diminta Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang Tiga Hari ke Depan
Ilustrasi(MI/Kristiadi)

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hari ke depan, mulai 9 hingga 11 November 2025.

BMKG memperkirakan sejumlah wilayah di NTT akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Dalam rilisnya, Forecaster On Duty BMKG Kupang Ni Putu Nonik Prianti mengatakan, pada 9 November, potensi hujan terjadi di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Lembata, Sikka, Flores Timur, dan Pulau Sumba.

Sementara pada 10 November, cuaca ekstrem berpotensi meluas ke Kabupaten Kupang, Sabu, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah.

Kemudian pada 11 November, hampir seluruh wilayah NTT diprediksi akan terdampak, termasuk Kota Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Rote Ndao, Alor, dan Pulau Sumba.

Menurutnya, fenomena ini terjadi karena sebagian besar wilayah NTT saat ini berada pada masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan.

Selain itu, anomali suhu permukaan laut di sekitar perairan NTT yang bernilai positif serta adanya belokan angin dan perlambatan kecepatan angin turut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah ini.

“Kondisi atmosfer yang labil ini mendukung terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di beberapa wilayah NTT,” sebutnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau tiang listrik saat terjadi petir, serta mematikan peralatan elektronik untuk mengurangi risiko sambaran.

“Waspadai dampak hujan lebat dan petir, terutama di wilayah dataran tinggi dan perbukitan yang rawan longsor,” kata Ni Putu Nonik Prianti.

Adapun saat ini, BMKG memastikan hingga saat ini tidak ada wilayah di NTT yang berpotensi mengalami angin kencang ekstrem, namun masyarakat diminta tetap siaga terhadap perubahan cuaca mendadak selama periode peringatan berlangsung.(PO/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya