Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hadapi Musim Hujan Ekstrem, BPBD Klaten Minta Masyarakat Waspada

Djoko Sardjono
03/11/2025 20:39
Hadapi Musim Hujan Ekstrem, BPBD Klaten Minta Masyarakat Waspada
Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna.(MI/Djoko Sardjono)

MENGHADAPI musim hujan ekstrem yang disertai angin kencang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Sementara, untuk antisipasi bencana banjir langkah yang perlu dilakukan antara lain pembersihan sungai, selokan, dan saluran irigasi agar aliran air lancar atau tidak terhambat saat turun hujan lebat.

Selain itu, pemotongan pohon yang rawan tumbang saat terjadi angin kencang juga perlu dilakukan, termasuk tiang baliho yang keropos perlu diwaspadai. Karena, jangan sampai kejadian pada tahun lalu terulang lagi.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, saat ditemui seusai rapat koordinasi Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Klaten di Pendapa Kabupaten, Senin (3/11).

Untuk menghadapi musim hujan ektrem, relawan bencana telah siap action jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Pun, Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Klaten. 

Menurut Syahruna, menghadapi musim hidrometeorologi yang puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Januari-Februari 2026, ancaman banjir yang perlu diantisipasi dan diwaspadai terutama Sungai Dengkeng.

Untuk antisipasi banjir, Sungai Dengkeng yang bermuara di Bengawan Solo kini telah dinormalisasi dengan dilakukan pengerukan sedimentasi. Selain itu, pintu air yang tidak berfungsi optimal juga sudah diperbaiki.

“Namun, satu hal yang masih mengkhawatirkan tanggul jebol saat Sungai Dengkeng meluap. Karena, tanggul sungai ini semi permanen, yaitu konstruksi tanggul hanya dari tanah dan pasir sehingga rawan jebol,” katanya.

Terkait aktivitas Gunung Merapi, Kepala Pelaksana BPBD Klaten menyatakan, bahwa status gunung berapi yang terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan DI Yogyakarta itu hingga saat ini masih siaga.

Aktivitas erupsi Merapi cukup tinggi. Semalam erupsi ke barat daya, tetapi arah angin ke timur. Tiga desa di Kecamatan Kemalang, Klaten, yaitu Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo tersiram hujan abu tipis.

“Kami tadi malam memantau ke Balerante, sekalian untuk memberikan bantuan masker dan logistik. Warga di lereng Merapi kini mulai ronda malam, sebagai upaya siaga menghadapi bencana erupsi,” ujarnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik