Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMUAN banyaknya kasus pemotor yang mengalami brebet usai mengisi Pertalite di Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Sidoarjo, hingga Malang mengundang reaksi dari Anggota DPR RI Subardi. Menurutnya, Pertamina harus bertanggung jawab atas kerusakan motor, selain juga harus melakukan audit investigasi untuk memastikan penyebab gangguan.
“Solusinya tanggung jawab dan audit secara paralel. Lakukan uji lab untuk mendeteksi kandungan air atau kontaminan lain dalam BBM,” kata Anggota Fraksi Partai NasDem itu saat dihubungi, Kamis (30/10).
Sebagaimana diketahui, kejadian ini ramai di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Motor-motor yang mengisi Pertalite mengalami brebet dan kehilangan tenaga (mogok).
Untuk mengatasi keluhan konsumen, Pertamina membuka 17 posko di SPBU yang menerima suplai BBM dari Terminal BBM Tuban dan Surabaya. Diketahui, SPBU wilayah ini merupakan area terdampak dari masalah tersebut. Subardi mendesak posko tersebut jangan sebatas menerima aduan, tetapi melayani kerusakan motor konsumen.
“Memang Pertamina Patra sudah membuka posko aduan, tetapi respon cepat itu harus dipastikan motor konsumen langsung diperbaiki, langsung diganti kerusakannya. Ini pembuktian kalau Pertamina komitmen memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Dirinya juga mendukung respon cepat Pertamina tidak berhenti di kasus Jawa Timur. Pemeriksaan mutu di lapangan, sambungnya, harus dilakukan secara ketat agar tidak menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kualitas produk Pertamina.
“Wajar publik khawatir, bagaimana pengawasan distribusi BBM di lapangan dan bagaimana mutu BBM Pertamina. Ini bukan hanya masalah di Jawa Timur, ini menyangkut reputasi Pertamina,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi menyeluruh bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Lemigas.
“Berdasarkan hasil uji laboratorium, produk Pertalite dari Terminal BBM Tuban dan Surabaya berada dalam kondisi baik dan memenuhi standar mutu yang berlaku,” ujar Mars Ega. (Fal/I-1)
Pertamina perlu memperlancar pasokan BBM untuk Aceh. Paling penting adalah jenis bahan bakar bersubsidi guna memenuhi kebutuhan masyarakat kelas bawah.
Diduga kuat terjadi praktik pengisian BBM menggunakan jeriken dalam skala besar yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yakni tengah malam dan subuh.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
Anggota Komisi VI DPR Khilmi meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya seperti kasus Pertalite yang dicampur air di Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved