Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN badai secara merata berpotensi melanda 35 daerah di Jawa Tengah Kamis (23/10), diminta warga untuk kembali siaga terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Pada pagi cuaca umumnya berawan, namun memasuki siang, sore hingga malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur Jawa Tengah, bahkan berpotensi meningkatkan menjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir secara merata di 35 daerah, sehingga dapat berdampak bencana hidrometeorologi.
Meskipun tidak terjadi air laut pasang di perairan utara Jawa Tengah, gelombang tinggi berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara 1,25-2,5 meter dan di perairan selatan Jawa Tengah dengan ketinggian 1,25-4 meter. "Waspadai gelombang tinggi di kedua perairan ini," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila, Kamis (23/10).
Menurut Shafira Tsanyfadhila gelombang tinggi cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot, berpotensi berlangsung di perairan Karimunjawa, Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara dan Pati-Rembang, sehingga warga beraktivitas di laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
Secara terpisah prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida Kamis (23/10) mengatakan cuaca ekstrem semakin meningkat di Jawa Tengah sepanjang Kamis ini, sehingga warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi sebagai dampaknya.
Daerah berpotensi dilanda cuaca ekstrem secara merata di Jawa Tengah, lanjut Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus dan Demak.
Selain itu, ungkap Risca Maulida, cuaca ekstrem juga berpotensi di daerah Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Pekalongan, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa, sedangkan 3 daerah yakni Slawi, Semarang dan Tegal hanya hujan ringan-sedang.
"Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95%," kata Risca Maulida. (E-2)
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di Indonesia pada Kamis (19/3) akan didominasi hujan dengan intensitas mulai dari ringan hingga lebat.
BMKG merilis prakiraan cuaca DKI Jakarta 19 Maret 2026. Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat pada sore hari di Jakarta Selatan dan Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved