Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJUALAN beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, kini sepi pembeli karena harga mahal. Selain itu, masyarakat kini bisa membeli beras pasokan pemerintah ini di luar pasar dengan mudah dan murah.
Harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP di Pasar Gedhe Klaten ditetapkan Rp62.500 per pak lima kilogram, sedangkan harga pasokan dari Bulog Rp56.500 per pak. Kemudian, pedagang di pasar rerata menjual beras SPHP Rp60.000 per pak.
Salah satu pedagang, Sri Rejeki, mengatakan sekarang sulit menjual beras SPHP dengan harga Rp60.000 per pak. Karena, Bulog juga menyalurkan beras SPHP di luar pasar dengan jumlah besar dan harga murah, Rp55.000-Rp57.000 per pak.
Sekarang beras SPHP di pasar tidak laku. Karena, harganya kalah bersaing dengan yang diedarkan di luar pasar. Sebagai contoh, pekan lalu di alun-alun yang berdekatan dengan pasar juga ada penjualan beras SPHP dengan harga Rp55.000 per pak.
“Kalau beras SPHP di luar dijual Rp55.000-Rp57.000 per pak, harga di pedagang pasar jelas kalah bersaing. Pun, masyarakat sekarang membeli beras SPHP di luar pasar, karena harga lebih murah Rp3.000 per pak,” jelasnya, Selasa (14/10).
Senada disampaikan oleh Arny, seraya menambahkan bahwa sekarang pedagang sembako ini tidak lagi meminta pasokan beras SPHP, karena di luar pasar sudah banyak beredar beras yang sama dengan harga murah, Rp55.000-Rp57.000 per pak.
“Sekarang saya tidak jual beras SPHP. Karena, di luar pasar sudah banyak dan harga murah. Untuk saat ini saya hanya jual beras lokal C4 dan Mentik Wangi, masing-masing seharga Rp15.000 dan Rp17.000 per kilogram,” jelasnya.
Sementara, Kepala Gudang Bulog Meger Klaten, Syamsoel Bahri, saat dikorfirmasi Media Indonesia mengatakan bahwa penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten ditiadakan pada pekan lalu. Alasannya masih menunggu perintah dari atasan.
“Untuk penyaluran ke Pasar Gedhe Klaten, yang rutin dilakukan setiap Jumat, pekan lalu ditiadakan. Selanjutnya kami masih menunggu perintah atasan,” ujarnya. (E-2)
Akibat pencurian tersebut, korban yang bernama Sabiyem (80), petani di Desa Borongan, mengalami kerugian sekitar Rp40 juta.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Polres Klaten berhasil membongkar pencetak dan pengedar uang palsu pecahan Rp100.000, serta menangkap empat orang tersangka. Barang bukti uang palsu yang diamankan sebanyak 3.556 lembar.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat pengguna layanan menyampaikan usulan, masukan, dan saran kepada penyelenggara pelayanan terkait dengan pelayanan yang diterima.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved