Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANA lapangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang juga Kepala Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, Muhammad Hidayat menepis isu yang menyebut menu MBG di SD Negeri 4 Bengkalis dalam kondisi basi.
Sejauh ini, pihaknya bersama tim telah langsung turun ke sekolah untuk mengecek kondisi makanan MBG yang dibagikan.
“Memang benar menu MBG hari itu berupa kuah sate, sayur, telur, dan semangka. Saya sudah cek ke sekolah, tidak ada laporan soal menu basi. Kalau pun benar ada temuan, tentu akan kami evaluasi,” kata Hidayat, Jumat (3/10).
Ia menjelaskan, proses memasak dimulai pukul 01.00 WIB. Kemudian sayur dimasak sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah selesai, makanan dikemas dalam wadah stainless dan langsung diantar ke sekolah pada pagi harinya.
“Sehingga saat jam istirahat sekolah, makanan disantap murid SDN 4 Bengkalis. Tidak ada yang basi, karena sebagian murid tetap makan dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Kendati demikian, ia tidak menampik adanya laporan dari guru maupun kepala sekolah bahwa pada Senin (29/9) cukup banyak murid yang tidak mengonsumsi menu sayur MBG hari itu.
“Memang saat itu banyak anak-anak tidak memakan menu sayur, berbeda dari biasanya. Tetapi bukan berarti basi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pihak sekolah maupun wali murid yang telah memberikan masukan demi perbaikan program. Menurutnya, pengawasan dan evaluasi rutin sangat penting untuk menjaga kualitas program MBG yang merupakan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Adapun saat ini, dapur SPPG Desa Pedekik mengelola 3.234 paket makanan MBG yang setiap hari didistribusikan ke 16 sekolah di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.
“Terima kasih kepada pihak sekolah serta wali murid yang sudah memberi masukan. Ini menjadi bahan evaluasi agar menu MBG ke depan lebih baik,” pungkasnya.(H-2)
Dadan mengatakan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk program MBG mencapai Rp55,2 triliun.
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Sebanyak 43,5% penduduk Indonesia belum mampu membeli pangan sehat
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa di awal tahun ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 19.800 unit.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved