Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasokan ikan di Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami penurunan dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini dipicu cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang yang membuat nelayan tidak bisa melaut terlalu lama.
Sejumlah lapak pedagang tampak kosong. Hanya beberapa pedagang yang masih berjualan, itu pun dengan harga ikan yang lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.
Harga ikan tongkol kini naik menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per ekor dengan berat lebih dari satu kilogram. Sementara ikan manyuk atau ikan putih sagai masih dijual Rp50 ribu untuk empat ekor, harga yang dinilai masih stabil. Namun, harga ikan selar mengalami kenaikan cukup tajam, dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per lima ekor.
“Ikan susah sekarang, cuaca hujan jadi nelayan ke laut cuma sebentar. Jadi produksi ikan tak maksimal,” ujar Anas, 45, salah satu pedagang ikan di Tarempa.
Ia menambahkan, selain faktor cuaca, berkurangnya stok ikan di pasar juga dipengaruhi pengiriman hasil tangkapan nelayan ke penampung. Dari sana, ikan kemudian dipasarkan ke Kijang, Bintan, dan Tanjungpinang.
“Ikan yang sudah masuk penampung langsung dikirim ke Kijang. Jadi stok di pasar sini makin sedikit,” jelasnya.
Meski demikian, dia memperkirakan kondisi ini tidak berlangsung lama. “Biasanya kalau kapal besar pulang dari laut, sebagian ikan dilempar ke pasar sini, sisanya mereka simpan untuk dikirim ke Kijang,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tarempa memprediksi cuaca hujan di wilayah Anambas masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Tarempa, Samuel, mengatakan intensitas hujan bervariasi dari ringan hingga lebat, berpotensi disertai petir. Kecepatan angin tercatat mencapai 20–30 knot dan berdampak pada tinggi gelombang laut yang mencapai 2–3,5 meter.
“Kondisi ini masuk kategori berbahaya, terutama bagi kapal nelayan tradisional dan kapal berukuran kecil,” katanya.
BMKG mengimbau nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak mendukung. Jika tetap melaut, nelayan diminta tidak pergi sendirian demi keselamatan. (H-1)
Ketua Baznas Anambas, Muksin, mengatakan usulan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah pesisir dan kepulauan.
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani meminta Kemendagri dan ATR/BPN merespons kabar mengenai penjualan pulau-pulau di Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Digital, Molly Prabawaty, menekankan bahwa pihaknya sudah menemukan pelaku dan segera memblokir platform jual beli pulau.
43 pulau di Indonesia yang saat ini berstatus sengketa. Sebagian besar merupakan sengketa antardaerah di dalam negeri.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved