Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI demonstrasi yang berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (29/8) lalu, tidak hanya berujung pada insiden pembakaran dua gedung DPRD, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah perangkat tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/ETLE).
Kerugian material akibat perusakan dan penjarahan kamera tilang tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan Kombes Karsiman, mengonfirmasi bahwa massa merusak dua unit kamera ETLE statis yang terpasang di Jalan AP Pettarani, tepatnya berada di depan Living Plaza dan kantor pos. "Jadi kamera yang dirusak ini berada di Jalan AP Pettarani yang menjadi fokus aksi massa kemarin," ujar Karsiman, Selasa (2/9).
Ia menjelaskan, massa menggunakan berbagai alat untuk merusak perangkat tersebut. Tidak hanya dihancurkan, komponen-komponen berharga seperti kamera, lampu, hingga tiang penyangga dilaporkan dijarah oleh para perusak.
"Peralatan ETLE statis yang dirusak dan dijarah, kerugian material mencapai Rp1.069.900.000," ungkap Karsiman.
Sementara itu, terkait keseluruhan peristiwa demo, termasuk pembakaran gedung DPRD Makassar yang menewaskan tiga orang staf dan menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp250 miliar, kepolisian telah melakukan penyelidikan mendalam.
Kapolda Sulsel Irjen Rusdi Hartono, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi calon tersangka untuk kasus pembakaran tersebut.
“Potential suspect sudah ada. Mudah-mudahan tidak berapa lama lagi kita bisa melakukan tindakan hukum yang lebih tegas,” tukas Rusdi seusai meninjau kondisi gedung DPRD Makassar, Senin (1/9). (LN/P-2)
JK menegaskan bahwa aksi penjarahan tetap tidak dapat dibenarkan. Namun ia memahami kondisi di lapangan yang sangat darurat, di mana banyak warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.
KOTA Sibolga, Sumatra Utara, tengah menghadapi krisis logistik menyusul bencana yang melanda wilayah tersebut.
WARGA Jakarta Utara menyatakan menolak segala bentuk tindakan anarkis menyusul peristiwa penjarahan yang menimpa eks Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan sejumlah Anggota DPR RI.
Eko Patrio dan keluarga tinggal di rumah kontrakan di pinggiran Jakarta setelah rumahnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dijarah dan dirusak akhr Agustus lalu.
Eko Patrio muncul ke publik untuk pertama kalinya setelah rumahnya dijarah pada akhir Agustus lalu. Didampingi kuasa hukum, ia mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (12/9) malam.
ASTRID, istri Uya Kuya akhirnya angkat bicara terkait penjarahan rumah mereka. Dalam momen tersebut, Uya Kuya terlihat mendampingi istrinya.
Polri terus berfokus memperluas penindakan hukum berbasis E-TLE demi menghadirkan pelayanan kepolisian
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut program Electronic Traffic Law Enforcement (-ETLE) menjadi tonggak penting reformasi digital di tubuh Korps Lalu Lintas Polri.
Penegakan hukum secara manual juga dilakukan pada ruas-ruas jalan yang tidak ter-cover kamera ETLE dengan metode hunting system.
Penilangan manual masih diterapkan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2025 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ari mengimbau kepada masyarakat agar sama-sama bisa menaati peraturan lalu lintas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved