Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beras di sejumlah daerah di Jawa Tengah sempat melonjak. Rata-rata beras kelas medium yang seharusnya dijual sesuai HET Rp12.500 per kilogram naik menjadi Rp13.500-14.000 per kilogram.
Digelontorkannya beras bantuan di sejumlah daerah saat ini dengan masing-masing keluarga memperoleh 20 kilogram, berhasil membuat harga beras berangsur turun terutama untuk beras kwalitas medium hingga mendekati harga eceran tertinggi (HET). Namun, harga beras kelas premium masih tetap stabil tinggi rata-rata Rp15.000 per kilogram, jauh dari HET Rp12.500 per kilogram.
"Pekan lalu harga beras medium masih tinggi di atas harga penetapan pemerintah, tapi sekarang sudah mulai turun berkisar Rp13.000-Rp14.000 per kilogram," kata Aryanti,45, seorang pedagang beras di Pasar Dargo, Kota Semarang, Minggu (27/7).
Hal serupa diungkapkan Wijayanti,50, pedagang beras di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan. Dia mengatakan harga beras semua kwalitas naik sejak beberapa bulan lalu karena belum memasuki masa panen, bahkan sekarang harga gabah di tingkat petani juga naik membuat harga beras melambung di pasaran.
Hal itu juga dibenarkan Kuncoro,40, tengkulak di Kabupaten Grobogan bahwa harga gabah melonjak tinggi hingga Rp7.200 per kilogram, jauh lebih tinggi dari harga pembelian oleh Bulog Rp6.500 per kilogram. "Harga gabah tinggi di tingkat petani menjadikan harga beras juga naik," tambahnya.
Tingginya harga beras di pasaran saat ini, juga dibenarkan Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva. Dia mengatakan dalam sidak di sejumlah pasar tradisional beberapa waktu lalu tim tidak menemukan adanya beras oplosan, tetapi harga beras kelas medium yang dijual seperti beras premium.
"Kita akan koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Bulog untuk hal ini, diperkirakan naiknya harga beras ini terjadi karena beras di daerah ini berasal dari daerah lain dan adanya permainan pedagang," ujarnya.
BERAS BANTUAN
Sementara itu melonjaknya harga beras di sejumlah daerah diperkirakan akibat berkurangnya ketersediaan dan melemahKAN daya beli, sejumlah pemerintah daerah di Jawa Tengah mulai menggelontorkan beras bantuan pangan nasional, terutama kepada keluarga penerima manfaat untuk dua bulan.
"Kita mulai salurkan beras bantuan untuk keluarga penerima manfaat masing-masing 20 kilogram, kemarin sudah kita salurkan 553 paket sebagai bagian dari program bantuan pangan nasional," kata Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan beras bantuan nasional di daerah ini juga telah mulai disalurkan kepada warga yang berhak, di daerah ini secara keseluruhan disalurkan sebanyak 1,8 juta kilogram kepada 92,7 ribu keluarga penerima manfaat. "Diharapkan beras masing-masing 20 kilogram per keluarga ini dapat membantu warga," imbuhnya.
Secara terpisah Kepala Perum Bulog Jawa Tengah Ahmad Kholisun mengungkapkan untuk memenuhi kebutuhan penyaluran program bantuan pangan nasional ini, telah disiapkan beras sesuai peruntukannya yakni di Jawa Tengah 3.016.406 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dan di DIY sebanyak 331.795 PBP sehingga secara keseluruhan 3.348.201 PBP.
"Sudah kita salurkan beras bantuan tersebut, bahkan saat ini hampIr mencapai 100% dari sasaran di seluruh daerah di Jawa Tengah dan DIY," kata Ahmad Kholisun. (E-2)
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved