Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKOLAH swasta di Kota Cirebon mengeluhkan sulitnya mendapatkan siswa baru. Mereka menduga kebijakan 50 siswa per kelas menjadi penyebabnya. Salah satu sekolah swasta yang menjerit yaitu SMK Veteran, Kota Cirebon.
“Di SPMB tahun ini, baru ada sekitar 9 hingga 10 siswa yang mendaftar,” kata Kepala Sekolah SMK Veteran, Wahyu Hidayat, Kamis (10/7).
Dijelaskan Wahyu, kondisi yang terjadi saat ini membuatnya miris. Padahal di tahun 90-an, sekolah tersebut memiliki keunggualan karena jumlah siswanya mencapai lebih dari seribu. Namun saat ini, untuk mendapatkan 100 siswa baru saja susah.
Pihak sekolah, lanjut Wahyu, sebenarnya sangat mendukung sejumlah program dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Namun Wahyu meminta adanya solusi dan pemerataan siswa untuk sekolah swasta.
“Karena hidup dan matinya sekolah swasta salah satunya bergantung pada murid atau siswa yang masuk di sekolah kami,” ungkap Wahyu.
Wahyu pun berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa memberikan solusi agar ada keseimbangan dan pemerataan siswa di sekolah swasta. “Sekolah swasta juga siap membantu mendidik dan mengatasi anak putus sekolah."(M-2)
Aksi bersih-bersih pantai ini dilakukan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Cirebon bersama organisasi kemasyarakatan dan pelajar
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Perlancar aliran air saat hujan deras turun, pemasangan jaring penahan sampah dilakukan di Kota Cirebon.
Pada 2025 lalu, pemkot sudah melakukan normalisasi di 14 sungai dengan total panjang sekitar 9 km.
ANGGOTA Ombudsman RI, Indraza Marzuki Rais, mengatakan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih mengulang kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan PPDB.
SPMB 2025 masih tetap menimbulkan sejumlah masalah dalam pelaksanaannya. Dapat dilihat ribuan calon murid SMK di Jawa Tengah merasa kecewa tidak diterima pada tahap pertama seleksi.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mulai kembali menggelar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang II tingkat SMA/SMK sebelum dimulai tahun ajaran baru.
SELEKSI Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Cirebon dibuka hari ini. SPMB Cirebon dibuka dua tahap, tahap pertama jalur prestasi dan tahap kedua jalur domisili.
Ia mengungkap, kasus SPMB yang ramai diberitakan di media terjadi karena persoalan komunikasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved