Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR air laut pasang (rob) kembali merendam jalur Pantura Semarang-Demak dan sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah Sabtu (21/6), ratusan kendaraan merambat hingga arus lalulintas tersendat mencapai lebih dari lima kilometer.
Pemantauan Media Indonesia hingga Sabtu (21/6) petang, ratusan kendaraan melintas di Jalur Pantura Semarang-Demak terus berjalan merambat dan sesekali terhenti sepanjang lima kilometer, akibat banjir rob masih merendam di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dengan ketinggian 20-40 centimeter.
Sebagian besar kendaraan roda dua memilih melintasi tanggul sungai untuk menghindari banjir rob dan mogok, sedangkan kendaraan berukuran kecil melintas di jalur alternatif mulai Buyaran -Bulusari-Karangroto-Genuk atau Onggorawe/Buyaran-Bulusari-Mranggen-Pedurungan, terutama tergadi pada jam sibuk pulang kerja.
"Masih seperti sebelumnya, memasuki sore banjir rob merendam jalur Pantura dan sejumlah desa di Kecamatan Sayung, Demak ini," kata Shofa,30, warga Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Hal serupa juga diungkapkan Romadhon,58, warga Kota Semarang yang mengaku setiap hari melintas di jalur ini karena bekerja di Demak, namun akibat banjir ini terpaksa memilih melintasi tanggul sungai menghindari banjir dan mogok, sedangkan melalui jalur alternatif juga sering terendam banjir.
Kepala Satuan Lalulintas Polres Demak Ajun Komisaris Thoriq Aziz mengatakan hingga saat ini banjir rob yang datang mulai sore hingga malam hari masih merendam jalur Pantura Semarang-Demak, sehingga untuk memperlancar arus lalulintas diturunkan sejumlah petugas di lokasi untuk melakukan pengaturan.
Selain itu petugas juga disiagakan di setiap persimpangan, lanjut Thoriq Aziz, untuk mengarahkan kendaraan verukyrannjecil ke jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalulintas di jalur Pantura dan menghindari kendaraan mogok yang dapat mengakibatkan kemacetan panjang seperti beberapa waktu lalu.
"Petugas juga dikerahkan untuk mengevakuasi truk yang terperosok di ruas Jalur Pantura pada Sabtu (21/6) dini hari, karena dikhawatirkan menyebabkan kemacetan panjang karena menghalangi kendaraan lain yang melintas," ujar Thoriq Aziz.
Kepala Unit Lalulintas Polsek Genuk Semarang Ajun Komisaris Bambang Triyono mengungkapkan meskipun terendam banjir rob di Jalur Pantura, namun arus lalulintas di jajan nasional tersebut terhitung lancar meskipun harus berjalan merambat di genangan banjir. "Biasanya rob sampai malam merendam jalur Pantura di Sayung, Demak," imbuhnya. (H-2)
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Air laut pasang (rob) juga masih berlangsung di perairan utara, sehingga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.
FENOMENA bulan purnama (supermoon) Rabu (5/11) malam berpotensi menimbulkan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem masih berpotensi di 26 daerah di Jawa Tengah Selasa (4/11), air laut pasang (rob) menurun dan baru akan kembali terjadi Kamis (6/11).
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah cukup tinggi mencapai 1,1 meter, juga berdurasi lebih panjang yakni pada pukul 01.00-06.00 WIB.
Banyak kendaraan mati mesin (mogok) akibat banjir dengan ketinggian 20-60 centimeter masih merendam di Jalan Kaligawe Raya.
Ratusan kendaraan harus antre panjang akibat melintasi banjir yang masih merendam Jalan Kaligawe Raya di ruas Jalur Pantura Semarang-Demak.
Sejak pagi petugas gabungan terdiri dari kepolisian dan dinas perhubungan telah melakuhan penjagaan di depan exit tol di Kabupaten Kendal dan Pemalang.
BMKG meminta warga di daerah pesisir Pantura Jawa Tengah seperti Demak, Semarang, Kendal, Pekalongan dan Pemalang untuk kembali siaga banjir rob.
Di Kabupaten Demak banjir rob tidak hanya merendam sejumlah pemukiman warga di puluhan desa di empat kecamatan, tetapi juga merendam jalur Pantura Semarang-Demak di Kecamatan Sayung.
Kepadatan kendaraan di antaranya terlihat mulai perempatan Kanggraksan hingga perempatan Jalan Pemuda Kota Cirebon sepanjang lebih kurang 3 kilometer
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved