Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menggelar pasar murah menjelang Idul Adha 1446 Hijriah sebagai upaya mencegah lonjakan inflasi dan juga untuk menjaga stabilitas harga komoditas pokok.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pasar murah yang digelar menjelang Idul Adha sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. "Pasar murah terintegrasi merupakan kolaborasi pemerintah daerah dengan pihak terkait lainnya," katanya.
Pengendalian inflasi ini, lanjut dia, telah dilakukan sejak 2024 lalu, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu. Pemprov memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
Pasar murah ini diagendakan berlangsung selama tiga hari yakni dimulai sejak Senin (2/6) hingga Rabu (4/6) mendatang. "Pasar murah tidak hanya digelar di Kota Bengkulu, pasar murah juga akan digelar di kabupaten lainnya," imbuhnya.
Kelompok penyumbang inflasi Provinsi Bengkulu, kata dia, pada 2025 ini salah satunya yakni kelompok makanan, minuman, tembakau, pakaian dan alas kaki, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga.
Saat ini, makanan dan minuman ikut menjadi penyumbang inflasi sehingga Pemprov menilai perlu adanya langkah-langkah pengendalian dan stabilisasi harga komoditas pangan di pasaran.
Pasar murah terintegrasi TPID menyediakan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, hingga bumbu masakan. Harga yang ditawarkan lebih murah dibanding harga di pasaran, misalnya, minyak goreng kemasan dua liter dijual seharga Rp39 ribu, sedangkan produk kemasan dan merek yang sama dijual di pasaran Rp42 ribu.
Selanjutnya, daging ayam potong dijual seharga Rp30 ribu, jauh lebih murah dibanding harga di pasar Rp35 ribu. Kemudian, telur ayam seharga Rp48 ribu per karpet isi 30 butir, di pasaran Rp56 ribu dan cabai merah besar Rp30 ribu per kilogram. (E-2)
PERUMDA Pasar Jaya memastikan kesiapan stok pangan serta menggandakan pelaksanaan pasar murah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
PEMKAB Cilacap, Jawa Tengah siap menggelar pasar murah pada saat Ramadan tahun ini.
komoditas yang kini menjadi perhatian utama adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram atau mengalami penyesuaian kecil sekitar 0,55 persen.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menggencarkan program Pasar Murah sebagai upaya konkret menekan fluktuasi harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Kami telah menggelar GPM di seluruh daerah di Jawa Tengah sebanyak 2.436 kali dengan total omzet mencapai Rp45,7 miliar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved