Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Dua pelaku usaha asal Jawa Timur, CV Mata Elang Sidoarjo dan PT Tanjung Emas Nusantara, melakukan kolaborasi dalam rangka memperkuat kinerja di sektor pertanian, terutama tanaman tembakau. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur CV Mata Elang Sidoarjo Dwi Kustantoro dengan Direktur PT Tanjung Emas Nusantara Hendra Trida Setiawan di Sidoarjo.
"Kedua perusahaan sepakat dan setuju mengadakan perjanjian kerja sama pembelian tembakau yang saling menguntungkan dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku. PT Tanjung Emas Nusantara setuju untuk menjual hasil panen berupa daun tembakau basah atau kering ke CV Mata Elang Sidoarjo," kata Dwi Kustantoro melalui keterangan tertulis, Jumat (9/5).
Kedua perusahaan tersebut juga sepakat melakukan kerja sama jual beli hasil kebun tembakau untuk di kemudian hari dilakukan perubahan harga terendah setiap tahun atau menyesuaikan harga pasar.
CV Mata Elang Sidoarjo mengelola lahan seluas 1.000 hektare yang tersebar di sejumlah daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, yakni Jombang (150 hektare), Bojonegoro (200 hektare), Kediri (75 hektare), Tuban (50 hektare), Muntilan (50 hektare), Banjarnegara (75 hektare), Sragen (150 hektare), Blora (150 hektare), dan Purwodadi (100 hektare).
Adapun, PT Tanjung Emas Nusantara merupakan badan usaha yang bergerak di bilang agrobisnis pertanian, perkebunan dan kehutanan. Perusahaan itu juga berperan sebagai pengelola lahan petani, pendamping, penyuluh lapangan (PPL) yang diusahakan pada wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. (E-3)
Kemasan polos mempersulit pengawasan, mempermudah pemalsuan, dan membuat konsumen kesulitan membedakan produk asli dan ilegal.
Tekanan kebijakan yang terus menghantam Industri Hasil Tembakau (IHT) membuat banyak pihak mendesak pemerintah untuk segera menyusun peta jalan IHT nasional yang berkeadilan.
Anggoya Baleg DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti absennya komoditas tembakau dalam daftar sektor potensial untuk hilirisasi yang dipaparkan pemerintah.
Sejumlah tokoh masyarakat dan wakil rakyat menyoroti masuknya agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam regulasi yang disusun oleh Kementerian Kesehatan
Industri tembakau dilemahkan oleh regulasi yang tumpang tindih dan konflik antar kebijakan, yang membuat petani semakin tertekan.
Mantan Direktur Penelitian, Kebijakan & Kerja Sama WHO, Tikki Pangestu, menilai adopsi strategi pengurangan risiko tembakau berjalan sangat lambat.
Penurunan harga luar biasa itu memunculkan berbagai kecurigaan tidak sehat. Apakah ada permainan pasar atau ulah pengusaha besar yang melakukan monopoli harga.
Di kawasan Desa Dayah Caleue, Kecamatan Indrajaya misalnya, hasil panen kali ini menurun luar biasa.
Bulog Surakarta menyatakan sangat mencukupi, karena stok di gudang se-Solo Raya saat ini mencapai 82 ribu ton lebih.
Tani Merdeka dan Bulog Jatim sepakat bekerja sama menyerap hasil panen gabah dari petani sehingga dapat memperlancar distribusi pangan
PROGRAM pertanian organik PT Sumbawa Timur Mining (STM) berkontribusi terhadap pertanian ramah lingkungan berkelanjutan dan berhasil meningkatkan hasil panen petani binaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved