Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menggelar program Pilah Sampah Tukar Sembako dalam upaya membudayakan pemilihan sampah rumah tangga bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Banjarmasin mengeklaim kondisi darurat sampah usai penutupan Tempat Pemerosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada Februari lalu mulai teratasi.
Program Pilah Sampah Tukar Sembako digelar di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (3/5). Program ini mendapat respons dari masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Kota Banjarmasin. Mereka berbondong-bondong datang sembari mebawa sampah berbagai jenis.
Plt Kepala Dinas LH Kalsel, Fatimatuzahra, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya mengedukasi masyarakat untuk terbiasa memilah sampah rumah tangga.
"Komposisi sampah terbesar adalah sampah rumah tangga. Ini bagaimana kita menstimulasi agar memilah sampah menjadi budaya di tengah masyarakat. Bagaimana sampah dapat mendatangkan manfaat ekonomi," katanya.
Dia mengungkapkan, pihaknya menggendeng Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin untuk memperkirakan harga sampah sesuai jenisnya, seperti botol plastik, botol kaca, kartus, kertas, kaleng hingga minyak jelantah, kemudian dapat ditukarkan dengan bahan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, mi instan hingga pakai bekas.
Gubernur Kalsel Muhidin yang hadir dalam kegiatan itu mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
"Persoalan sampah ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Masyarakat harus mendukung upaya mengatasi kondisi darurat sampah lewat pemilahan mulai dari rumah," ucap Muhidin.
Dia mengharapkan program ini juga dapat diterapkan lebih luas di berbagai daerah, dengan melibatkan pihak swasta/perusahaan.
Menyinggung kondisi darurat sampah dan penutupan TPAS Basirih Banjarmasin, Muhidin mengatakan pihaknya telah memfasilitasi pembangunan TPAS Regional baru di wilayah Kabupaten Barito Kuala.
Adapun Wali Kota Banjarmasin M Yamin, menegaskan sejauh ini kondisi darurat sampah di wilayahnya mulai teratasi. "Timbunan sampah dapat dikurangi 20% melalui program pemilahan sampah yang terus kita galakkan kepada masyarakat. Demikian juga dengan pembuangan sampah dari Banjarmasin ke TPA Regional milik Provinsi Kalsel juga berkurang dari 600 ton menjadi 300 ton perhari," ujarnya.
Di Banjarmasin tercatat ada 360 bank sampah. Namun, hanya 100 bank sampah yang aktif beroperasi. (DY/P-2)
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Teba Sampah Organik, yang juga dikenal sebagai Teba Modern, merupakan sistem inovatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Kelola limbah domestik dengan efektif! Panduan praktis pengelolaan sampah rumah tangga untuk lingkungan bersih dan sehat.
Tim penegakan hukum akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat untuk tindakan lebih lanjut
Eco-enzyme juga memiliki manfaat ekologis yang luas, seperti mengurangi polusi dan menghasilkan enzim-enzim yang mampu menetralkan zat kimia berbahaya di lingkungan.
Rendahnya nilai ekonomi limbah botol plastik yang rendah lantaran pihaknya langsung menjual kepada pengepul tanpa proses pengolahan lebih lanjut.
Sebanyak 91% masyarakat sudah menggunakan tas pengganti kantong plastik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved