Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
VIDEO kekerasan terhadap HAR, anak putus sekolah di Desa Normal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, beredar di medsos hingga menuai simpati publik.
Selain terjadi gelombang desakan agar para pelaku kekerasan yang didominasi aparat desa dan guru segera diproses, anak HAR juga ditawari menjadi anak angkat oleh Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir.
HAR, 15, anak putus sekolah sejak kelas 4 SD itu dituduh mencuri dan mendapat kekerasan seperti dipukuli, ditelanjangi, disulut rokok, kemudian diarak keliling Desa Normal, dalam keadaan telanjang.
Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, saat menjenguk anak HAR yang kini diamankan di LSM Permata Waikomo, Senin (7/4), meminta agar HAR dapat tinggal bersamanya.
"Mau atau tidak, nanti tinggal dengan saya, tetapi harus sekolah. Nama keren, tetapi diperlakukan tidak keren. Kalau dengan saya harus ada aturan. Harus sekolah sampai berhasil. Kalau mau keluar cari kerja silahkan. Ada dua anak yatim piatu, Katolik asal Desa Lodoblolong, tinggal dengan saya sudah berhasil, sekarang sudah keluar untuk mandiri," ujar Wabup Mohamad Nasir.
Wabup Lembata, menegaskan dirinya mendorong proses hukum tuntas terhadap para pelaku yang mestinya menjadi pelindung dan pengayom bagi anak anak di Desa.
"Saat dengar kasus ini, saya menelpon Kapolda agar memberi atensi proses hukum kasus ini. Pemerintah dan aparat tingkat Desa mestinya menjadi sandaran bagi anak, generasi masa depan Lembata," ujar Wakil Bupati.
Tak hanya nupati dan wakil bupati, tampak sejumlah anggota DPRD kabupaten Lembata serta para aktivis perempuan dan anak tampak hadir menjenguk HAR. Mereka memberi dukungan moral maupun materiel. HAR kini berada di bawah perlindungan LSM Permata.
Direktris LSM Permata, Maria Loka, menjelaskan proses hukum atas pelaku kekerasan terhadap anak sudah berjalan. Korban sudah di BAP penyidik. Sementara pelaku hari ini diperiksa polisi atas tindakan kekerasan yang dilakukan. (PT/E-4)
ANGGARAN publik yang menyasar infrastruktur Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, merosot tajam hingga Rp32.291.900.000.
Dalam sistem Muro, laut tidak hanya dipandang sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai ruang sakral yang menyimpan roh-roh leluhur.
Sebanyak 17 sekolah di Kabupaten Lembata, Nusa Twnggara Timur saat ini tengah menjalani rehabilitasi (rehab) fisik. Anggaran untuk rehabilitasi tersebut mencapai Rp35 miliar.
JAM menunjukkan sudah pukul 16.00 Wita sore hari itu. Terik tak jua mereda di Tanah Merah.
Ketiga terdakwa tersebut divonis melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Hal yang mendasari pembentukan desa moderasi adalah adanya beberapa rumah ibadah di wilayah tersebut, serta interaksi sosial antarumat beragama yang berjalan bagus.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved