Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir serta angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 04:58 WIB dan dapat berlangsung hingga 07:30 WIB.
Cuaca ekstrem ini akan berdampak pada beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Karimun, termasuk Kundur Barat, Moro, Kundur, Karimun, Meral, Tebing, Buru, Kundur Utara, Durai, Meral Barat, Ungar, dan Belat. Selain itu, wilayah Kabupaten Lingga, seperti Senayang, serta beberapa kecamatan di Kota Batam, seperti Belakang Padang, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, Bulang, Lubuk Baja, Sei Beduk, Galang, Bengkong, Batam Kota, Sagulung, dan Batu Aji, juga diperkirakan terdampak.
Para nelayan di wilayah terdampak mengatakan kekhawatiran mereka terhadap kondisi cuaca yang memburuk. Hasan, 44, seorang nelayan di Kundur, Kabupaten Tanjung Balaikarimun, mengatakan bahwa angin kencang dan gelombang tinggi membuat mereka memilih untuk tidak melaut.
"Kalau anginnya sudah begini, kami lebih baik tidak berangkat. Ombaknya bisa lebih dari dua meter, sangat berbahaya bagi kapal kecil kami," katanya, Selasa (1/4).
Sementara itu, Rizal, nelayan dari Rempang, Kecamatan Rempang, Kota Batam, mengatakan bahwa cuaca buruk seperti ini sangat memengaruhi hasil tangkapan ikan.
"Biasanya ikan sulit didapat saat ombak besar. Kami bisa rugi besar kalau tetap memaksakan diri melaut," ujarnya.
Ahmad, 33, nelayan asal Karimun, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi mereka dengan menyediakan informasi cuaca yang lebih akurat serta alat keselamatan yang memadai.
"Kadang cuaca berubah cepat. Kalau bisa, nelayan diberikan alat komunikasi atau pelampung lebih baik. Kami tidak ingin kejadian buruk menimpa teman-teman kami," ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi. Pengguna transportasi laut juga diminta berhati-hati terhadap potensi angin kencang serta gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan.
"Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, kami menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pesisir dan para nelayan yang bergantung pada hasil laut," kata Prakirawan bertugas Pande Made Rony. (H-1)
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
KY menyatakan siap untuk memantau persidangan perkara dugaan penyelundupan 2 ton sabu yang mana seorang anak buah kapal atau ABK Kepri yang dituntut hukuman mati
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri).
MEMASUKI awal tahun 2026, tekanan inflasi di Kepulauan Riau (Kepri) perlu diwaspadai seiring masih tingginya harga pangan serta tren kenaikan harga emas dunia.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved