Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYALURAN bahan bakar minyak (BBM) dari Flores Timur ke Lembata, Nusa Tenggara Timur sempat mengalami keterlambatan imbas dari kebakaran kapal di Pelabuhan Larantuka, Sabtu (29/3) sore.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi mengatakan penyaluran BBM sudah dilakukan sekitar pukul 22.00 Wita mengunakan dua kapal yakni KM Transfloreti 03 dan KM Damai Oil.
Sebelumnya, pada Sabtu antara pukul 17.00-17.30 Wita, Kapal Minyak Trans Floreti terbakar saat proses pembongkaran BBM jenis Pertamax dari mobil tangki ke kapal.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, dan para awak mobil tangki mengevakuasi mobil tangki ke tempat yang aman.
"Tim Pertamina Patra Niaga wilayah NTT melakukan tindakan cepat bersama dengan petugas pemadam kebakaran setempat telah berhasil memadamkan kebakaran kapal.
Insiden tersebut terjadi pada saat melakukan pemindahan sampel BBM muatan dari Mobil tangki B 9279 KFU. Adapun penyebab kejadian akan didalami melalui proses investigasi lebih lanjut," kata Ahad, Minggu (30/3).
Adapun upaya penanganan insiden ini masih terus dilakukan dengan memastikan kondisi awal mobil tangki dan mobil tangki aman. Selain itu, melakukan koordinasi dengan kapten kapal serta pihak transportir dan bersama dengan pihak Fuel Terminal Maumere melakukan monitoring stock dan build up stock di Lembata.
"Insiden kebakaran ini mengakibatkan keterlambatan penyaluran BBM ke beberapa lembaga penyalur/SPBU di Pulau Lembata," tambahnya. (H-1)
PT Pertamina terus memperluas jangkauan distribusi BBM dan LPG di Tanah Air. Hingga 2025, titik distribusi BBM telah mencapai 15.345 titik dan pangkalan LPG sebanyak 269.096 titik di 38 provinsi.
Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved