Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berpotensi di 11 daerah di Jawa Tengah Sabtu (22/3), diminta warga waspada ancaman bencana hidrometeorologi terutama di kawasan Pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya dan Jawa Tengah bagian timur.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, angin puting beliung dan sambaran petir, karena cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Pada pagi cuaca cerah berawan dan berawan, memasuki siang, sore hingga awal malam peluang hujan ringan-sedang tidak merata dengan waktu bervariasi, hujan sedang-lebat berpeluang mengguyur belasan daerah bahkan dapat meningkat menjadi ektrem di belasan daerah terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya dan Jawa Tengah bagian timur.
"Waspadai ancaman cuaca ekstrem dapat berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi, intensitas hujan masih tinggi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farry Oktarisa Sabtu (22/3).
Berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Ferry Oktarisa, potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah masih akan berlangsung di 11 daerah yakni Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Kudus, Ungaran, Kendal dan Batang.
Sedangkan hujan ringan-sedang, menurut Ferry Oktarisa, berpeluang mengguyur daerah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Surakarta, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. "Daerah lainnya di Jawa Tengah cenderung hujan ringan," imbuhnya.
Angin bertiup dari barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, ungkap Ferry Oktarisa, suhu udara berkisar 19-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen, ketinggian gelombang di perairan utara 0,5-2,5 meter dan di perairan selatan Jawa Tengah 0,5-2,5 meter.
Selain cuaca ekstrem, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karini mengatakan gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah tersebut cukup berisiko terhadap kegiatan pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun penyeberangan antar pulau, sehingga diminta untuk waspada.
Banjir rob juga mengancam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, demikian Retna Swasti Karini, karena air laut pasang kembali terjadi di perairan utara dengan ketinggian maksimum satu meter hingga dapat mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam. (H-1)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Kegiatan yang berlangsung di Skyline Meeting Room ini dihadiri oleh kurang lebih 45 wedding organizer dan vendor yang berada di area Solo raya.
Berlokasi di kawasan bisnis Solo Baru yang berkembang pesat, hotel ini hanya beberapa langkah dari pusat perbelanjaan The Park Mall, Solo Baru.
Bulog Surakarta menyatakan sangat mencukupi, karena stok di gudang se-Solo Raya saat ini mencapai 82 ribu ton lebih.
Sementara itu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah yang sebelumnya mencapai ketinggian 4 meter, pada Minggu mulai menunjukkan penurunan.
Penurunan inflasi di Kota Solo dan Kabupaten Wonogiri disebut Dwiyanto merupakan dampak dari koordinasi TPID se-Solo Raya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved