Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia terus berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi, khususnya rute Makassar-Parepare, meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya proyek infrastruktur ini bagi pengembangan transportasi dan perekonomian.
“Intinya, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti. Kami membuka seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk berpartisipasi dalam kegiatan infrastruktur,” tegas Dudy di Lobi Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (19/3).
Ia juga mengatakan, bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman untuk membahas langkah-langkah strategis dalam melanjutkan proyek jalur kereta api ini.
“Kita duduk lagi kira-kira untuk kelanjutan seperti apa jalan tengahnya atau jalan terbaiknya. Yang paling utama adalah kita harus melanjutkan proyek tersebut di tengah efisiensi,” katanya.
"Jadi kita membuka segala opsi yang memungkinkan untuk melanjutkan proyek tersebut," Sambung Dudy.
Proyeksi Jalur kereta api di Sulsel khususnya jalur Makassar-Parepare, memiliki panjang sekitar 145 kilometer. Jalur ini merupakan bagian dari pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi yang menghubungkan Kota Makassar dan Kota Parepare.
Jalur kereta api ini telah beroperasi secara terbatas sejak Oktober 2022, dengan panjang rel yang telah dibuka mencapai 66 kilometer yang menghubungkan tujuh stasiun, termasuk Stasiun Garongkong, Stasiun Barru, Stasiun Tanete Rilau, Stasiun Mandalle, Stasiun Ma’rang, Stasiun Labakkang, dan Stasiun Mangilu.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Sudirman meminta agar Pemerintah Kota Makassar mau membantu agar proyek tersebut bisa berlanjut dan kereta api bisa masuk Kota Makassar, tidak hanya sampai Maros saja dari Barru.
"Kita sudah tanda tangan penentuan lokasi (Penlok), sejak 2023 lalu, tapi belum direspon Pemkot Makassar saat itu. Jadi kita harap, tahun ini sudah penlok," tandas Sudirman. (H-1)
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved