Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini dampak siklon Zelia terhadap potensi angin kencang di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Terdapat Siklon Tropis ZELIA di barat Australia yang diperkirakan bergerak ke arah selatan menjauhi wilayah Indonesia. Dampak Siklon Tropis ZELIA berupa angin kencang di beberapa wilayah di NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, Sabtu (15/2).
Kondisi tersebut masih berlangsung sampai 16 Februari 2025. Untuk itu, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap yang ditimbulkan angin kencang tersebut.
Selain itu, aktifnya monsun Asia dan fenomena La Nina lemah yang masih ada di sekitar wilayah NTT juga dapat menyebabkan hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.
.
"Waspadai dampak hujan sedang serta angin kencang di wilayah NTT yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin dan kerusakan pada bangunan atau fasilitas umum," jelasnya.
Adapun wilayah yang berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat ialah pada 15-16 Februari ialah Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, Belu, Alor, Ende, Sikka, Ngara, dan seluruh kabupaten di Pulau Sumba. Kemudian Kota Kupang, Rote Ndao, dan sejumlah wilayah di Flores kecuali Flores Timur.
"Siklon tropis adalah badai raksasa yang terjadi di atas laut dengan dampak meluas dan dalam durasi yang cukup lama rata-rata bertahan 3-18 hari," tambahnya. (Z-9)
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved