Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
NYADRAN atau Sadranan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan di bulan Ruwah atau Sya'ban. Tradisi ini bentuk ungkapan rasa syukur yang digelar secara kolektif dengan cara mengunjungi makam atau kuburan leluhur di suatu desa atau kelurahan. Upacara tradisi semacam ini juga selalu digelar masyarakat di puluhan desa lereng Merapi dan Merbabu, Kabupaten Boyolali. Mereka memaknai sadranan yang dilaksanakan menjelang bulan Ramadan sebagai bulan arwah.
"Sadranan menjadi momentum brayat ageng mendoakan para leluhur. Awalnya tradisi yang berlangsung di banyak desa kawasan lereng Merapi dan juga Merbabu ini digelar secara sederhana. Tapi dalam perkembangannya, tenongan makanan sebagai sarana ungkapan rasa syukur semakin beraneka," kata sesepuh Desa Sukabumi, Kabupaten Boyolali, Muhammad Muchlis, Sabtu (15/2).
Sadranan di Desa Sukabumi berlangsung tiap tanggal 16 Ruwah, tahun ini jatuh pada hari Sabtu (15/2). Ratusan warga dari Desa Sukabumi, dan sebagian Desa Mliwis serta Desa Cepogo sejak pagi sudah berduyun-duyun merapat di Makam Puroloyo, Sukabumi. Menurut Muchlis, tradisi bersih-bersih makam dan mendoakan arwah leluhur di Sukabumi ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1500-an. Itu bertepatan sejak Syekh Ibrahim yang dikenal sebagai Kyai Bonggol Jati selaku utusan Kerajaan Islam Demak Bintoro menyebarkan ajaran Islam di kawasan lereng Merapi, dan kemudian wafat serta dimakamkan di Astana Puroloyo, Sukabumi.
Tradisi mendoakan para leluhur di pemakaman Puroloyo berlangsung khidmat meskipun pengunjung membeludak. Ratusan warga ke makam sambil membawa tenongan makanan beraneka warna. Banyak warga asli Sukabumi yang merantau dan sukses di kota kota besar, juga datang untuk terlibat dalam tradisi sadranan. Dengan wajah penuh senyum, mereka berkumpul lalu beramai-ramai melakukan bubak atau bersih-bersih makam Kyai Bonggol Jati dan para leluhur. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Quran dan doa bersama dipimpin ulama Desa Sukabumi.
Sejumlah tokoh Desa Sukabumi menyebut tradisi sadranan ini juga menjadi kegiatan amaliyah dari warga. Artinya setelah mendoakan para leluhur, warga mengeluarkan sedekah berupa makanan menggunakan tenong, untuk dimakan bersama atau kembul bujono. Ratusan tenongan berisi aneka makanan dan jajanan seperti sagon, wajik, jadah, klepon, aneka jenang serta makanan ringan dalam kemasan yang ditata berjajar di kompleks makam hingga jalan desa depan makam. Makanan dibagiikan kepada siapa saja yang hadir dalam tradisi sadranan. Semua bersuka cita menyambut kembul bujono pada tradisi sadranan menjelang Ramadan.(M-2)
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved