Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMBURAN gas dan lumpur muncul dari tempat baru di Dukuh Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Kamis (13/2). Polisi mulai pasang garis pembatas (police line) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora diminta segera menangani.
Pemantauan Media Indonesia, Jumat (14/2), warga yang berdatangan untuk menyaksikan semburan gas dan lumpur di Dukuh Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora semakin bertambah banyak. Mereka penasaran dengan fenomena alam di daerah itu. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi memasang garis pembatas (police line).
Semburan gas dan lumpur yang baru muncul sekitar 50 meter dari titik sebelumnya itu terjadi pada Kamis (13/2) pagi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitar terhadap bahaya yang dapat muncul. "Kita takut jika semburan ini dapat membahayakan karena aroma menyengat tercium hingga radius cukup jauh," ujar warga setempat, Fahmi, 52.
Kemunculan titik semburan gas dan lumpur baru, menurut warga lainnya Gubawan, 50, menambah ketakutan warga karena aroma gas cukup menyengat sekaligus tercium bau minyak. "Di desa ini telah beberapa kali terjadi fenomena tersebut," ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora Istadi Rusmanto mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan di lokasi munculnya semburan gas dan lumpur. "Saya melihat kondisi air yang di hulu masih bagus, ada sejumlah hal yang perlu ditangani, tapi saya melihat sudah dikasih oil boom untuk menangkap minyak, sehingga diharapkan minyak enggak sampai ke sungai," kata Istadi Rusmanto, Jumat (14/2).
Istadi berharap munculnya semburan gas dan lumpur bisa segera mereda. Selain menyemburkan gas yang menimbulkan aroma menyengat, muncul juga lantung (minyak mentah) yang mengalir ke sisi lebih rendah, dikhawatirkan mencemari sungai maupun ladang. Minyak ini juga mudah terbakar hingga membahayakan lingkungan. Kemunculan semburan di titik baru ini diduga karena adanya tekanan gas yang kuat dari dalam bumi untuk mencari ruang udara hingga keluar pada titik lain yang lebih terbuka.
Kepala Seksi Humas Polres Blora Ajun Komisaris Gembong Widodo mengungkapkan kepolisian telah mengamankan lokasi semburan gas dan lumpur di Dukuh Kedinding itu. Ini juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya semburan yang lebih besar,
"Warga diminta tidak mendekat, saksikan dari jarak tertentu," ucap Gembong.
Semburan itu, lanjut Gembong, awalnya diketahui oleh warga yang mencium aroma gas di sekitar titik semburan. Setelah dicari sumbernya ditemukan ada gas yang memancar dan lumpur air serta mubrak yang keluar dari dalam tanah. Kejadian itu langsung dilaporkan pada aparat setempat. Mengingat hal itu merupakan kewenangan Pertamina dan instansi terkait, maka investigasi dan hasil-hasilnya akan dikoordinasikan lebih lanjut. "Hingga saat ini semburan gas dan lumpur masih berlangsung, meskipun berskala kecil, tetapi tetap harus diamankan untuk mencegah munculnya bahaya," tutur Gembong.(M-2)
Korea Selatan raih status prioritas utama pasokan minyak UEA di tengah krisis energi 2026. 24 juta barel dikirim via rute alternatif.
MenteriĀ ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Jelajahi fakta menarik Pulau Kharg, pusat 90% ekspor minyak Iran. Pahami peran strategisnya di Teluk Persia dan dampaknya terhadap ekonomi global.
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong pemerintah untuk memperkuat cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah beranjak dari kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved