Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya hingga kini masih dalam proses uji coba. Pelaksanaan murni dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN),
“Ini kan uji cobanya Badan Gizi. Jadi di semua wilayah Indonesia termasuk seluruh Jawa Timur ini bukan pemerintah daerahnya tidak tahu, tapi yang bergerak ini adalah badan gizi, dan (sifatnya) masih uji coba,” kata Wali Kota Surabaya Eri cahyadi di Surabaya, Jumat (17/1).
Menurutnya, pelaksanaan uji coba ini murni di-handle oleh BGN dan pemerintah daerah hanya sebatas mendapatkan pemberitahuan saja kalau sekolah di wilayahnya ditunjuk untuk pelaksanaan.
Demikian dengan kurasi dapur umum yang bertugas mengolah dan mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah, Eri mengatakan yang menentukan teknisnya juga dari BGN.
“Ketika dia (dapur umum) diberikan kepercayaan itu, dan mendapatkan izin, maka dia harus melayani 3500 porsi makanan untuk anak-anak makan gratis,” ucapnya.
Termasuk kebijakan mendahulukan sekolah yang lebih dekat dengan dapur umum untuk menerima MBG, menurut Eri juga kebijakan dari BGN. Program MBG yang dimulai di Surabaya Senin lalu menyasar lima sekolah perwakilan tiap jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, serta SMA/SMK. Rinciannya yakni TK Yasporbi, SD Taquma, SMPN 13 Surabaya, SMAN 10 Surabaya, dan SMK PGRI 1 Surabaya.
Terkait dipilihnya sekolah-sekolah itu untuk pelaksanaan MBG, Eri kembali menegaskan kalau yang menunjuk adalah BGN. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hanya mendapatkan pemberitahuan saja.
“Itu mereka yang menentukan. Kita hanya dikasih tau saja. Kalau SMA/SMK juga dikasih tau ke pemerintah provinsi. Jadi kenapa di situ ya, mungkin karena terdekat dengan dapur umumnya,” ujarnya.(H-2)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved