Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SATRESKRIM Polres Cianjur, Jawa Barat menangkap empat pelaku terkait tewasnya remaja yang tertancap pagar di Jalan Suroso, Cianjur. Pada Jumat (10/1) siang telah dilakukan rekonstruksi di lokasi kejadian di ruas Jalan Suroso.
Kasatreskrim Polres Cianjur Ajun Komisaris Tono Listianto menjelaskan hasil penyelidikan, korban bersama kelompoknya akan melakukan aksi tawuran. Mereka pun menyepakati bertemu dengan kelompok pelaku di salah satu tempat di ruas Jalan Arief Rahman Hakim. Kedua kelompok itu kemudian melakukan kejar-kejaran menggunakan sepeda motor. Korban, yang mengemudi, menabrak kemudian terpental dari motor dan tertancap pagar hingga tewas.
"Sempat terjadi keributan, hingga berujung aksi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor," kata Tono kepada wartawan di sela rekonstruksi, Jumat (10/1).
Tono pun meluruskan soal spekulasi penyebab kematian korban. Dia memastikan, penyebabnya bukan pembegalan atau pencurian dengan kekerasan. Melainkan kecekalaan.
"Ini murni direncanakan oleh kedua kelompok. Kami sudah memiliki bukti-buktinya, termasuk dari media sosial," tegasnya.
Dia mengatakan, tawuran dua kelompok ini diduga untuk mencari sensasi. Sebab, di kelompok tersebut terdapat tim yang bertugas memviralkan di media sosial.
"Tujuannya untuk mencari sensasi, kemudian di-upload di media sosial, di salah satu akun. Akun ini yang isinya adalah video-video tawuran, video-video kekerasan. Bukan hanya di Cianjur, tapi di daerah lainnya," terangnya.
Rekonstruksi dilakukan polisi untuk mengungkap fakta kejadian yang sebenarnya. Ada 12 adegan yang dilaksanakan para rekonstruksi tersebut.
"Adegannya dari mulai awal kejadian sampai di lokasi kejadian," imbuh Tono.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya senjata tajam berupa celurit, golok, dan lainnya yang masing-masing merupakan milik kedua kelompok tersebut.
Dari empat orang pelaku yang ditangkap, tiga di antaranya masih di bawah umur. Mereka ada yang masih bersekolah di tingkat SMP dan SMK.
"Ada pelaku lain. Masih di bawah umur juga. Ada dua orang," ujarnya. (H-3)
KETUA Majelis Kehormatan PDPI Tjandra Yoga Aditama menyampaikan duka atas meninggalnya dokter muda akibat campak di Cipanas,Cianjur. Campak berisiko menyebabkan fatal
Kemenkes mengonfirmasi satu kasus suspek campak menyebabkan meninggalnya seorang dokter laki-laki, 26 tahun di Cianjur
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved