Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Bali berhasil mengungkap dan menetapkan 10 orang tersangka yang terlibat dalam kasus judi online (judol). Para tersangka bahkan ada yang berstatus pelajar.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan bersama Dir Siber AKBP Ranefli Dian Candra menyampaikan, pengungkapan kasus judol ini berawal dari patroli Siber Ditsiber Polda Bali bersama jajaran dalam kurun waktu 5 minggu terakhir. "Dari patroli siber tersebut, polisi berhasil mengungkap 10 kasus judi online," ujarnya, Rabu (11/12).
Dari 10 kasus judol tersebut Ditsiber Polda Bali beserta jajaran menetapkan 10 tersangka, beserta barang bukti masing-masing. Ditsiber Polda Bali ungkap 4 kasus judol dan menetapkan 4 tersangka, Polresta Denpasar ungkap 1 kasus judol dan menetapkan 1 tersangka, Polres Gianyar ungkap 1 kasus judol menetapkan 1 tersangka, Polres Bangli ungkap 2 kasus Judol dan menetapkan 2 tersangka, Polres Karangasem ungkap 1 kasus Judol dan menetapkan 1 tersangka, Polres Jembrana ungkap 1 kasus Judol dan menetapkan 1 tersangka.
Modus operandi para tersangka rata-rata sama dengan cara endorsment judi online melalui Instagram. Mereka mentransmisikan tautan bermuatan perjudian dengan URL sites.google.com/view/kyb-mantap pada bio di akun instagram bbyayu dengan url https://www.instagram.com/bbyayu_/, dan pada unggahan akun Instagram bbyayu menampilkan watermark kuy 4 D, BANDIT 4 D, dan Yoi 4 D, akun Instgram bbyayu. Melalui aktifitas itu, para pelaku mendapatkan keuntungan mulai Rp500 ribu hingga Rp60 juta.
"Terkait para tersangka yang kebanyakan perempuan remaja dan bahkan ada yang berstatus pelajar dan mahasiswa kami sangat menyesalkan dan kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya para orang tua mari kita awasi sebaik-baiknya agar kita tahu apa yang menjadi aktifitas keseharian anak-anak kita, jangan sampai terjerumus atau terpancing dengan proses cara mencari uang yang gampang dan berakhir bermasalah dengan hukum," ujar Jansen. (N-2)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan judi online (judol) yang digencarkan pemerintah pusat.
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
Bareskrim serahkan aset judi online ke Kejagung, Pemberantasan judi online di Indonesia 2026, Update kasus judi online Bareskrim Polri.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan jumlah rekening yang terindikasi terkait judi online (judol) terus melonjak.
Dalam pengungkapan judi online, diketahui bahwa para pelaku tidak hanya menggunakan handphone milik pribadinya. Namun bisa juga menggunakan gadget di tempat perjudian.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved