Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini Rabu (13/11), 14 daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem sehingga diminta warga mewaspadai munculnya bencana hidrometeorologi.
Cuaca berawan masih menyelimuti daerah di daerah di Jawa Tengah Rabu (13/11) pagi, bahkan siang, sore hingga malam diperkirakan ujan ringan-lebat kembali akan mengguyur di puluhan daerah, bahkan potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir terjadi di delapan daerah.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stadion Meteorologi Ahmad Yani Semarang kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, angin ribut hingga hujan es, sehingga warga di daerah tersebut harap waspada.
"Diminta waspada bencana hidrometeorologi, karrna cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di 14 daerah di Jawa Tengah Rabu (13/11)," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Noor Jannah Indriyani.
Berdasarkan pengamatan cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Noor Jannah Indriyani, pada pagi hari pada umumnya berawan, tetapi memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpotensi turun di semua daerah, bahkan di 14 daerah diperkirakan terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Daerah berpotensi kembali terjadi cuaca ekstrem, ungkap Noor Jannah Indriyani, yakni di pegunungan, dataran tinggi dan Jawa Tengah bagian selatan seperti Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Bumiayu dan Majenang.
Sedangkan hujan sedang, menurut Noor Jannah Indriyani, berpotensi terjadi di Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Kendal, Batang, Surakarta, Salatiga, Semarang dan Ambarawa. "Hujan ringan di Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Pemalang, Brebes, Pekalongan dan Tegal," tambahnya.
Angin pada umumnya bertiup dari arah barat laut ke timur dengan kecepatan 3-25 kilometer per jam, demikian Noor Jannah Indriyani, suhu udara berkisar antara 19-33 derajat celcius dan kelembaban udara 55-95 persen serta ketinggian gelombang di perairan utara 0,1-1 meter dan di perairan selatan Jawa Tengah 0,5-2 meter. (H-2)
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Hujan mengguyur ibukota sejak Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Salah satu titiknya berada di Jembatan Tiga hingga Jalan Pluit Selatan Raya.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Cek prakiraan cuaca Jakarta hari ini 19 Januari 2026. BMKG beri peringatan dini potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved