Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAGER PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba, Iman Krismanto menyebutkan rasio desa berlistrik di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur sudah mencapai 100 persen sejak Juli 2024.
Pencapaian ini tak lepas dari sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat, yang bersama-sama mewujudkan impian panjang: menerangi setiap sudut wilayah Sumba Tengah. "Terdapat 65 desa di Kabupaten Sumba Tengah, kini seluruhnya telah teraliri listrik PLN," kata Imam Krismanto, Jumat (27/9) lewat keterangan tertulis.
Menurutnya,PLN UP2K Sumba didirikan sejak 2023, bekerja keras membangun jaringan listrik di 12 desa tambahan serta 1 dusun. Setelah lebih dari satu tahun, Kini, terang listrik telah dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumba Tengah.
Baca juga : Korban Vendor PLN, Warga Cimahi Didenda Rp10 Ju
Perjuangan menghadirkan listrik ini bukanlah tugas ringan. Infrastruktur yang dibangun mencakup penambahan 50,33 kilometer sirkuit (kms) jaringan tegangan menengah (JTM), 73,93 kms jaringan tegangan rendah (JTR), dan 12 gardu distribusi. Menurutnya, semua infrastruktur ini telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, memberikan harapan baru bagi kemajuan daerah.
Dia mengatakan, Desa Manurara menjadi desa terakhir yang dialiri listrik pada akhir Juli 2024, melengkapi keberhasilan PLN UP2K Sumba dalam mencapai rasio desa berlistrik (RDB) 100% di Sumba Tengah.
Hal ini menjadikan Sumba Tengah sebagai kabupaten pertama di Pulau Sumba yang berhasil mencapai pencapaian tersebut, sedangkan tiga kabupaten lainnya di Sumba belum mencapai 100% desa berlistrik yakni Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
"Perjuangan kami belum selesai karena masih ada 45 desa lainnya di wilayah Pulau Sumba yang secara bertahap akan kami terangi," tambah mam Krismanto. (N-2)
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan masih terjadi pemadaman listrik bergilir di empat kabupaten di Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved