Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Palangka Raya, Kalimantang Tengah (Kalteng) semakin marak dan saat ini kabut asap tipis mulai menyelimuti kota ini, terutama pada pagi hari.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, periode 1 hingga 20 September terjadi karhutla dengan luas areal terabakar mencapai 18,71 hektar.
"Kami telah mencatat ada 50 kejadian kebakaran lahan hingga tanggal 20 September ini, sebagian besar adalah lahan gambut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, Minggu (22/9).
Baca juga : BNPB Tetapkan Riau dan Kalteng Berstatus Tanggap Darurat Karhutla
Menurut Hendrikus, pihaknya saat ini terus terus melakukan upaya pemadaman guna mengatasi situasi kebakaran lahan ini. Dia mengatakan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masyarakat terus berjibaku di lapangan untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.
"BPBD juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan patroli rutin dan sosialisasi kepada warga, terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran," jelas dia.
Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla. "Masyarakat harus sadar bahwa karhutla tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa," tegasnya. (N-2)
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved