Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Palangka Raya, Kalimantang Tengah (Kalteng) semakin marak dan saat ini kabut asap tipis mulai menyelimuti kota ini, terutama pada pagi hari.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, periode 1 hingga 20 September terjadi karhutla dengan luas areal terabakar mencapai 18,71 hektar.
"Kami telah mencatat ada 50 kejadian kebakaran lahan hingga tanggal 20 September ini, sebagian besar adalah lahan gambut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, Minggu (22/9).
Baca juga : BNPB Tetapkan Riau dan Kalteng Berstatus Tanggap Darurat Karhutla
Menurut Hendrikus, pihaknya saat ini terus terus melakukan upaya pemadaman guna mengatasi situasi kebakaran lahan ini. Dia mengatakan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masyarakat terus berjibaku di lapangan untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.
"BPBD juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan patroli rutin dan sosialisasi kepada warga, terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran," jelas dia.
Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla. "Masyarakat harus sadar bahwa karhutla tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa," tegasnya. (N-2)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved