Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Sumatra Barat (Sumbar) kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi wisata favorit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Triwulan 2 Tahun 2024, kunjungan wisatawan ke provinsi ini meningkat signifikan. Hal ini tidak hanya membangkitkan sektor pariwisata, melainkan juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategi untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pariwisata.
"Kami melakukan berbagai pembenahan, termasuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sadar wisata dan bagaimana keterlibatan mereka bisa mendorong peningkatan kunjungan wisata," ungkap Mahyeldi, Jumat (6/9).
Baca juga : Padang Kembangkan Potensi Destinasi Wisata Tersembunyi Air Terjun Lubuk Udang
Mahyeldi juga menyoroti kekayaan alam Sumbar yang menjadi daya tarik utama. Meski tidak memiliki sumber daya alam melimpah, keindahan alam Sumbar merupakan modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata.
"Pariwisata punya multiplier effect yang sangat besar terhadap ekonomi masyarakat. Beberapa daerah wisata di Sumbar sudah membuktikan, dengan peningkatan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan," jelasnya.
Target ambisius pun dipasang oleh Pemprov Sumbar. Untuk tahun ini, mereka menargetkan 13,5 juta kunjungan wisatawan. Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya menjaga kebersihan, kualitas pelayanan, serta transparansi harga dan pengelolaan fasilitas, termasuk parkir.
Baca juga : Kereta Api Wisata 'Mak Itam' akan Beroperasi Sekali Seminggu
Kepala Badan Pusat Statistik Sumbar, Ilhamiwitri, mengatakan bahwa pada Juli 2024, tercatat 5.936 wisman yang datang, meningkat 28,18% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara kumulatif, sepanjang tahun ini sudah ada 40.733 kunjungan wisman ke Sumbar.
"Secara year on year, angka ini juga meningkat 20,02%. Ini menunjukkan bahwa upaya promosi pariwisata dan perbaikan infrastruktur terus membuahkan hasil positif," jelas Ilhamiwitri.
Di sisi lain, meskipun Sumbar mencatat deflasi pada Agustus 2024 sebesar 0,16%, penurunan ini lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas seperti bawang merah turut menyumbang angka deflasi dengan penurunan harga sebesar 2,79%.
Baca juga : Kota Cirebon Bentuk Tim Satpol PP di Objek Wisata
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, melaporkan bahwa kunjungan wisatawan nusantara juga mengalami lonjakan. Terutama setelah dibukanya kembali jalur Padang-Bukittinggi melalui Lembah Anai, pergerakan wisatawan domestik naik 7,90% dibandingkan periode sebelumnya.
"Pada Juli 2024, jumlah wisatawan nusantara mencapai 1.066.854 orang, meningkat 10% dari bulan Juni. Secara keseluruhan, hingga Juli 2024, kita sudah mencapai 7,85 juta wisatawan atau 58,18% dari target 13,5 juta," kata Luhur.
Provinsi Riau menjadi penyumbang wisatawan nusantara terbesar dengan 14,66%, disusul Jambi, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Kota Padang menjadi destinasi terfavorit dengan persentase kunjungan sebesar 19,93%, diikuti oleh Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, dan Bukittinggi.
Baca juga : Evakuasi Mandiri Potensi Megathrust Harus Jadi Budaya
Luhur berharap, dengan meningkatnya kembali kunjungan wisatawan ke Sumbar, perekonomian daerah akan terus bergerak naik, dan dukungan berbagai pihak terhadap sektor pariwisata semakin kuat.
"Kami optimistis, dengan kebersamaan semua pihak, pariwisata Sumbar bisa terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (N-2)
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tiga negara yang mendominasi daftar ini, yakni Vietnam, Jepang, dan Indonesia.
Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.
Berdasarkan data sementara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah per 28 Desember 2025, tercatat sebanyak 431.754 wisatawan berkunjung ke Semarang.
Kampung Buricak Burinong merupakan salah satu kawasan awal pengembangan desa wisata di Sumedang yang dulu dibangun secara bertahap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved