Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Cahyo Nugroho menyebutkan sesuai tinjauan parameter iklim
secara umum, global, hingga regional, saat ini El Nino-Southern Oscillation (Enso) dalam kondisi netral dan diprediksi berpotensi menuju La Nina mulai periode September 2024.
Sedangkan, Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada status netral diprediksi bertahan sampai Februari 2025.
"Anomali suhu muka laut di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) umumnya cenderung netral hingga lebih hangat dari klimatologisnya, dan diprediksi akan terus hangat dengan anomali suhu muka laut berkisar antara +0.5 sampai dengan +1.0 0C pada periode September 2024 hingga Februari 2025," ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (5/9).
Baca juga : BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Kekeringan
Informasi itu dapat dijadikan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis pada dasarian I September 2024 di sejumlah kecamatan dengan kategori waspada, siaga, dan awas.
Untuk kategori awas kekeringan,terdapat kecamatan di delapan kabupaten yakni Kupang (3 kecamatan), Kota Kupang (6 kecamatan), Lembata (2 kecamatan), Sabu Raijua (3 kecamatan), Rote Ndao (2 kecamatan), Sikka (2 kecamatan), Sumba Timur (9 kecamatan, dan (Timor Tengah Selatan (1 kecamatan).
Selanjutnya, enam kecamatan berstatus waspada kekeringan, dan lebih dari 100 kecamatan lagi berstatus siaga kekeringan.
"Informasi yang diberikan ini diharapkan dapat membantu dalam melakukan antisipasi serta pengambilan keputusan terhadap kondisi cuaca atau iklim ekstrem yang mungkin terjadi," ujarnya. (PO/J-3)
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki periode menuju puncak musim hujan.
Laut Pasifik Utara mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah. Para ilmuwan bingung mencari penyebab utama gelombang panas laut misterius ini.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved