Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA sejumlah bahan pangan di Pasar Tradisional Kite Sungailiat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel) turun. Turunnya harga bahan pangan itu karena melimpahnya pasokan seiring dengan masuknya musim panen di berbagai daerah pemasok.
Mita, salah satu pedagang di Pasar Kite Sungailiat Bangka, mengatakan sudah hampir sepekan ini harga bahan pangan mengalami penurunan. "Sebelumnya harga pangan sempat mengalami lonjakan," katanya, Minggu (1/9).
Ia menyebutkan, cabai rawit luar yang sebelumnya dijual Rp70 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp40 ribu per kg. Sedangkan untuk cabai rawit lokal Rp90 ribu per kg turun jadi Rp60 ribu per kg. Cabai besar keriting dari Rp55 ribu per kg turun menjadi Rp40 ribu per kg.
Baca juga : Raffi Ahmad Bangun Kebun Binatang di Tepi Pantai Bangka
"Bukan hanya cabai-cabaian yang turun, harga barang merah dan bawang putih pun demikian," ujarnya.
Harga bawang merah sebelumnya dijual Rp38 ribu per kg kini turun menjadi Rp28 ribu per kg, bawang putih dari Rp44 ribu per kg turun menjadi Rp38 ribu per kg.
"Turunnya harga sejumlah bahan pangan itu karena banyak petani yang panen serentak," ungkapnya.
Meski harga pangan turun, sambungnya, jumlah pembeli justru ikut turun. "Ada yang beli tapi tidak terlalu ramai," ucap Mita. (E-2)
Target pada tahun 2026 ini semua gerai itu harus berjalan. Untuk saat ini mengupayakan melalui Agrinas, TNI, yang sering kita koordinasikan dari Korem dan Kodim.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Penyebaran kasus ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil.
Data Dinpanpertan menunjukkan, produksi ayam pedaging di Bangka mencapai 1.209.700 ekor per siklus 55 hari, atau setara 8.027.569 ekor per tahun.
Tingginya kebutuhan telur untuk SPPG tersebut saat ini belum sebanding dengan jumlah peternak ayam petelur lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved