Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia akan mengalami hujan, pada Senin (26/8). Sebagian wilayah akan berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG, Pramudhian Firdaun, menginformasikan adanya pertemuan dan perlambatan kecepatan angin dan daerah pertemuan angin, Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah di Indonesia.
Pramudhian menyebut, konvergensi atau konfluensi tersebut umumnya didominasi oleh angin yang bertiup dari arah Timur dan Tenggara. Angin itu memiliki kecepatan berkisar antara 10 hingga 45 km/jam. Suhu udara umumnya berkisar antara 15 hingga 35 derajat Celcius, dengan kelembaban sekitar antara 38%-100%.
Baca juga : Waspada Hujan Lebat dan Petir di Sebagian Wilayah Indonesia Hari Ini
BMKG juga memperingatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah.
“Karena itu dihimbau kepada warga yang berada di wilayah udara tersebut untuk berhati-hati saat membakar sampah atau lahan dan tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk perkiraan tinggi gelombang laut di wilayah Indonesia umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2,5 Meter. BMKG waspadai potensi gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 Meter yang diperkirakan terjadi di perairan Pulau Enggano, perairan Barat Lampung, Samudra Hindia, Kepulauan Mentawai, Lampung, Selat Sunda bagian Barat, perairan Selatan Jawa hingga Bali.
"Masyarakat dihimbau waspada potensi banjir di Kepulauan Riau dan pesisir Jawa Barat. Sehingga masyarakat juga diharapkan untuk terus memantau pembaruan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG,” pungkasnya. (Z-3)
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Meski tidak ada makanan yang bisa menjadi obat instan, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved