Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak berhasil menurunkan hujan. Program hujan buatan yang berlangsung tiga hari itu tidak mampu menyemai awan menjadi hujan.
"Iya tidak berjalan maksimal sehingga tidak turun hujan, " kata Kalaksa BPBD Bojonegoro Laela Nor Aini, Selasa (13/8).
Menurut dia, OMC ini merupakan program pembasahan kekeringan di Kabupaten Bojonegoro yang dilaksanakan selama tiga hari sejak 9 Agustus lalu. Program pembasahan untuk mengatasi kekeringan ini dilakukan dengan pesawat yang diterbangkan dari Bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jateng.
Baca juga : Operasi Modifikasi Cuaca di IKN Berhasil Kurangi Hujan 97%
Sedianya program pembasahan ini, lanjut dia, untuk mengatasi krisis air bersih di desa-desa. Termasuk, untuk meningkatkan debit alat pada waduk dan embung di kawasan setempat. Dengan demikian, pembasahan pada tanaman pangan yang terancam mengalami kekeringan dampak dari El Nino bdapat terhindarkan.
"Tetapi ya karena cuaca tidak mendukung sehingga tidak berhasil menurunkan hujan, " tandasnya.
Aini menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan operasi hanya menghasilkan 0,1 mm awan potensi hujan. Selanjutnya, pada hari kedua juga tidak berhasil serta hari ketiga hasil juga tidak maksimal.
Baca juga : Intensitas Hujan Berkurang, Pelaksanaan Modifikasi Cuaca di Riau Batal
Dia mengungkapkan, untuk menumbuhkan awan potensi hujan harus ada jenis awan yang bisa disemai agar menjadi awan potensi hujan. Berdasarkan data dari BMKG melalui pemantauan satelit diperkirakan kondisi cuaca di Kabupaten Bojonegoro masih tetap sama dan tidak ada potensi pertumbuhan awan hujan sampai pada 19 Agustus mendatang.
Dengan demikian, operasi dihentikan sambil menunggu perkembangan cuaca yangmendukung. " Iya betuk, hanya tiga hari. Kita tunggu lagi kondisi yang memungkinkan, " pungkasnya.(N-2)
MI/M Yakub
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved