Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GONG itu berbunyi juga. Ditandai sirene yang membuka selubung monumen yang khusus diciptakan untuk ajang ini, International Expo SMK Sumbar, yang sudah diproses selama dua tahun, akhirnya resmi dibuka. Pada Rsabu (7/8) malam, Pelataran Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah, disesaki pengunjung. Kota Payakumbuh dari pintu masuknya.
SMKN 2 Batusangkar membuka galanggang dengan gagah. Silek Galombang yang mereka mainkan jadi pembeda. Silek pengantar carano. Begitu juga dengan pertunjukan Sabai nan Aluih.
Siswa gabungan SMKN memaparkan, dilema anak tak bermamak, yang berusaha membalaskan kematian ayahnya, ikut menjadi jangkar malam yang sebelumnya dijatuhi hujan lebat.
Baca juga : Pemilik Akun Medsos yang Viralkan Afif Maulana Tewas Dianiaya Polisi telah Minta Maaf
“Andaikan 50% tamatan SMK bisa berkreasi dan inovasi, Indonesia akan lebih maju. Expo memusnahkan citra siswa SMK sebagai warga kelas dua. Nenek moyang kita bukan hanya pelaut tapi juga pedagang. Enterpreneurship. Biar bengkel kecil. Asal mereka yang punya. jangan biarkan expo SMK ini mati,” ujar Ketua DPRD Sumbar Supardi.
Expo menampilkan seluruh kemampuan SMK se-Sumbar untuk memperlihatkan diri. Mulai dari kuliner, fesyen, VR (Virtual Reality), hingga desain dan agribisnis. Booth didesain dengan kekinian menguarkan artistik modern.
“Kami mengapresiasi SMK di Provinsi Sumatra Barat yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka. SMK di Sumbar telah memberikan prestasi. Dan itu memberikan warna pada SMK Indonesia,” ujar Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbudristek Muhammad Yusro.
Baca juga : Keluarga Ngaku Dihalangi saat Ambil Jenazah Afif Maulana, Kapolda Sumbar: Tak Sesuai SOP
Pengunjung amat ramai malam itu. Lampu-lampu panggung membelah pentas ke berbagai arah. Penyejuk udara yang berhembusan dari berbagi sisi tak mampu mendinginkan suasana.
Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius, Pj Wali Kota Payakumbuh Suprayitno, serta ada perwakilan dari Jerman, Jepang dan Malaysia.
“SMK adalah jawaban atas kehidupan berbangsa dan negara. Pertarungan di dunia ini sekarang, pertarungan kompentensi. Pertarungan sertifikasi. Ini yang sekolah sepertinya orangtua. Harus ada kerja sama antara dunia pendidikan SMP dan SLTA,” ujar Gubernur Sumatra Barat Mahyeld.
Baca juga : Kasus Jenazah Dicor, Otak Pembunuhan Ditangkap di Padang Sumbar
Setelah upacara formal selesai, tamu VIP dibawa berkeliling. Mereka melihat booth apresiatif seperti fesyen. Di sana, tamu diberikan pertunjukan batik dan tenun karya SMK. Mereka juga disuguhi Tari Piring yang juga merupakan produk SMK dalam bidang kesenian.
Expo akan diadakan sampai 11 Agustus mendatang. Pengunjung bisa berpuas mata menyaksikan atraksi booth di live cooking dan hospitality. Juga dihibur oleh 22 pertunjukan dari SMK dan SMA di Sumbar.
Dalam ajang bertajuk Expo SMK Sumbar 2024 itu, 225 produk dari puluhan SMK se-Sumatra Barat akan dipamerkan di 80 booth/stand produk-produk tersebut, merupakan produk berbasis digital yang sengaja mereka siapkan untuk Expo.
Baca juga : Saksi Kasus Bocah Tewas Diduga Dianiaya Polisi Datangi LPSK
Para siswa peserta Expo, tidak hanya sekadar jadi penjaga booth masing-masing. Mereka juga akan mempresentasikan langsung produknya pada para buyer dan investor dari mancanegara, mulai dari Malaysia, Jepang, hingga Jerman.
Begitu juga dengan investor dari berbagai perusahaan dalam negeri. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha itu, akan datang ke Ekspo untuk melihat produk-produk hasil kreasi para siswa.
Tujuan para buyer dan investor itu jelas. Mereka akan mencari produk yang bisa mereka beli atau bisa mereka kembangkan dengan mekanisme kerja sama.
“Kita ingin Expo ini menjadi hilirisasi produk kreatif-inovatif siswa-siswa SMK kita. Kita juga ingin Expo ini membuka dan memperluas jaringan,” jelas Sepris Yonaldi, salah satu Tenaga Ahli di SMK Expo Sumbar 2024, dalam wawancara lewat aplikasi percakapan, Sabtu (3/8).
Di tengah keriuhan itu, isu miring juga menerpa. Beberapa warga mendapatkan informasi, untuk masuk ke dalam Expo dipungut bayaran sebesar Rp50.000. Begitu juga untuk dapat menegakkan booth di lokasi acara.
“Kami tegaskan, tidak ada karcis masuk. Begitu juga soal sewa booth, kami tidak pernah memberlakukannya,” ujar Darmawi yang menjadi penyelenggara acara atau EO. (Z-1)
GUNUNG Marapi erupsi di Sumatera Barat, Minggu (1/3), pukul 15.11 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak
COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria melakukan kunjungan kerja ke Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin.
MENJELANG masuknya bulan suci Ramadan 1447 H, masyarakat Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, menggelar tradisi adat dan religi tahunan bertajuk Limau Barongge.
Sebanyak 210 KK di Jorong Kayu Pasak Selatan masih berjalan kaki melintasi jembatan darurat pascabanjir susulan.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) memastikan sistem satu arah (one way) pada jalur Padang–Bukittinggi tidak akan diberlakukan pada masa Lebaran 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved